Pertumbuhan Fisik Remaja Laki-Laki Menurut Mustika Pustaka Negeri

by Ilham January
Pertumbuhan Fisik Remaja Laki-Laki Menurut Mustika Pustaka Negeri

Masa pubertas adalah masa perubahan fisik menyerupai orang dewasa. Perubahan ini bukan hanya dialami oleh anak perempuan. Perubahan fisik remaja laki-laki juga terjadi pada masa pubertas. Mengutip dari Mustika Pustaka Negeri, masa pubertas anak laki-laki berlangsung pada usia 12 sampai 16 tahun.

Pertumbuhan fisik yang dialami pada masa pubertas mencakup beberapa bagian pada tubuh, termasuk dengan bagian vital. Namun, perlu diketahui perubahan fisik ini bukan hanya berdampak pada bagian tubuh namun juga kondisi emosional dan perilaku. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut:

Pertumbuhan Fisik Remaja Laki-laki

Menurut Mustika Pustaka Negeri, perubahan fisik yang akan dialami oleh remaja laki-laki cukup beragam. Adapun beberapa di antaranya adalah sebagai berikut ini:

  • Perubahan pada suara. Remaja laki-laki akan mengalami suara yang mulai menjadi serak untuk kemudian berubah menjadi lebih berat.
  • Pertumbuhan tinggi tubuh yang lebih cepat. Setidaknya selama 2 tahun dalam masa pubertas, remaja laki-laki akan mengalami pertumbuhan tinggi yang pesat. Di samping itu, perubahan tinggi tubuh ini juga diikuti oleh perubahan bentuk tubuh menjadi lebih berotot.
  • Ukuran testis dan penis yang membesar. Pada masa pubertas, bagian vital tubuh remaja laki-laki akan mengalami perubahan. Testis dan penis akan tumbuh jadi lebih besar. Pada bagian skrotum atau kulit testis juga akan terjadi perubahan warna menjadi lebih gelap dari sebelumnya.
  • Munculnya rambut di beberapa bagian tubuh. Rambut di beberapa bagian tubuh remaja laki-laki, biasanya baru tumbuh pada masa pubertas. Adapun beberapa bagian tempat tumbuhnya rambut baru ini adalah bagian wajah, area kemaluan, kaki, dan tangan.
  • Mulai berfungsinya organ reproduksi. Perubahan fisik pada masa pubertas membuat organ reproduksi remaja laki-laki mulai berfungsi. Salah satu cirinya diindikasikan dengan kemampuan penis untuk berereksi.
  • Perubahan pada kulit. Jika semula kulit terasa lebih halus dan kering, pubertas umumnya membuat kulit terasa lebih berminyak.

Dampak Perubahan Fisik Remaja Laki-laki

Seperti yang disebutkan di atas, pertumbuhan fisik tidak datang sendiri melainkan juga diikuti dengan perubahan hormon yang dapat mempengaruhi kondisi emosional dan perilaku remaja. Khususnya pada remaja laki-laki, tidak jarang merasa malu akibat baru mengetahui kemampuan penis ber ereksi tanpa sebab.

Di samping itu, perubahan fisik yang membuat remaja terasa berbeda dari dirinya sebelumnya juga dapat memberikan dampak berupa kecanggungan. Remaja dengan bentuk fisik yang baru jadi, dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan fisik yang  sedang dialami.

Remaja laki-laki biasanya mulai merasakan kebosanan pada rutinitas sehari-hari atau kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal ini cukup wajar sebab remaja laki-laki mengalami inkoordinasi, di mana pertumbuhan fisiknya cukup pesat namun masih menyesuaikan koordinasi gerakan tubuhnya.

Demikian sedikit pengetahuan mengenai pertumbuhan fisik pada remaja laki-laki menurut Mustika Pustaka Negeri. Jika pembaca adalah orang dekat remaja yang sedang mengalami pubertas, berikan dukungan mental dan pengetahuan untuk memudahkannya melalui masa tersebut.

 

You may also like