Pemberdayaan dan Pengembangan Karyawan

by Ilham January
Pengembangan Karyawan

Pada dasarnya, pemberdayaan dan pengembangan karyawan diperlukan oleh suatu perusahaan bagi para karyawannya dengan sejumlah tujuan. Mulai dari memberikan sosialisasi program perusahaan, meningkatkan keterampilan kerja, motivasi atau semangat kerja hingga membuat karyawan ahli di bidang tertentu. Untuk itu, keberadaan program pemberdayaan dan pengembangan karyawan yang terstruktur mulai dari on the job training, training, counselling, mentoring,  coaching , maupun yang lainnya penting dalam suatu perusahaan. Mengingat juga di saat seperti sekarang ini persaingan bertambah kompetitif, sehingga membuat perusahaan perlu mempunyai kemampuan meningkatkan keterampilan karyawannya. 

Semua orang paham, aset penting yang dimiliki oleh suatu perusahaan adalah orang-orang di dalamnya atau para karyawan itu sendiri. Saat para karyawan yang dimiliki telah masuk dalam kategori ahli atau mumpuni maka kemungkinan untuk bertahan bahkan mengatasi perubahan akan semakin besar. Di bawah ini adalah jenis-jenis pengembangan dan pemberdayaan karyawan, yang dapat dijalankan oleh berbagai perusahaan :

1. On The Job Training

Yang pertama adalah On The Job Training atau sering disebut sebagai OJT. Ini adalah bentuk pengembangan karyawan yang umum dipakai oleh banyak perusahaan. Biasanya, perusahaan menggunakan model pendekatan OJT untuk karyawan baru yang dimiliki. Meski sebenarnya, konteks OJT tidak melulu pada karyawan baru, tetapi dapat juga diterapkan untuk karyawan lama yang dipindahkan ke posisi baru, yang berbeda dengan posisi sebelumnya, atau juga untuk karyawan di perusahaan holding, yang dipindahkan ke anak perusahaan, ataupun untuk yang lainnya.

Intinya, dalam On The Job Training atau OJT karyawan melakukan proses pembelajaran sekaligus bersamaan dengan bidang pekerjaan yang dijalani. Misalnya, seorang karyawan yang baru saja ditempatkan di bagian marketing tidak melalui proses pembekalan terlebih dahulu tetapi langsung terjun dan belajar di bagian marketing tersebut. Kelebihan program OJT ini, perusahaan tidak perlu menginvestasikan waktu, tenaga, dan biaya, untuk memberikan pembekalan atau training formal kepada karyawan ; dan karyawan dapat langsung belajar sekaligus bekerja di bagian yang ditetapkan. Kelemahannya, tidak semua karyawan memiliki kemampuan untuk langsung terjun di bidang yang baru. Ketika mereka tidak mempunyai kemampuan untuk bekerja sekaligus belajar di tempat tersebut, hasil pengembangannya menjadi tidak optimal. 

2. Internship

Jenis pengembangan yang satu ini bisa dikatakan mempunyai durasi waktu yang relatif singkat. Meski demikian, yang disebut singkat di sini dapat bervariasi mulai dari satu bulan, tiga bulan atau maksimal enam bulan. Biasanya, internship dilakukan oleh mereka yang belum mempunyai pengalaman kerja, atau pengalaman kerja sangat minim. Dengan melakukan internship, karyawan mendapatkan sedikit pengalaman kerja yang mampu meningkatkan pengetahuan atau keterampilan mereka. Bila mereka dapat “lulus” dalam program internship ini, bisa jadi dilanjutkan dalam bentuk program yang lain seperti OJT, formal training, mentoring, coaching atau lainnya. 

3. Formal Training

Pengembangan ini disebut juga sebagai off the job training. Mengapa dipakai istilah tersebut? Karena dalam formal training atau off the job training, training dijalankan di luar kegiatan operasional atau pekerjaan sehari-hari. Karyawan mengikuti formal training dalam kurun waktu tertentu, seperti, dua hari, tiga hari, seminggu, atau sebulan. 

Metode formal training ini dapat bervariasi mulai dari lecturing atau seminar, workshop, group discussion, experiential learning, ataupun bentuk lainnya. Saat ini, sudah familiar pula bentuk online learning, baik secara virtual live maupun tidak. Masing-masing metode tersebut, mempunyai kelebihan dan kelemahannya sendiri-sendiri. 

4. Apprenticeship

Bisa dikatakan bahwa jenis pengembangan ini merupakan gabungan dari adanya pelatihan kerja dengan pengalaman kerja yang dimiliki. Lantaran pada umumnya program apprenticeship memang dirancang supaya mampu untuk kategori keterampilan yang lebih unggul serta spesifik.

Umumnya waktu yang dipakai untuk menjalankan pengembangan ini ini tergolong cukup panjang. Dimana masanya sekitar satu tahun serta bahkan lebih dari waktu tersebut. Umumnya terdapat sebuah kontrak yang diberlakukan antara karyawan dengan perusahaan.

5. Mentoring 

Mentoring merupakan program pengembangan dan pemberdayaan karyawan dalam bentuk adanya pendampingan dari seorang mentor kepada mentee ( peserta mentoring ). Mentor adalah orang yang mempunyai pengalaman lebih banyak daripada mentee, idealnya di bidang yang saat ini sedang dijalani oleh mentee. Dengan adanya program mentoring, diharapkan karyawan dapat belajar dari senior mereka, serta tidak melakukan “kesalahan” yang diperbuat oleh senior mereka. 

5. Coaching  

Coaching merupakan program pengembangan dan pemberdayaan karyawan yang sangat efektif, terutama untuk menciptakan “star” atau karyawan bintang yang mempunyai kinerja unggul. Dalam proses coaching, coach akan mendampingi coachee ( orang yang di-coach ) dalam kurun waktu tertentu, bisa tiga bulan, enam bulan, bahkan lebih banyak lagi, sehingga coachee dapat memunculkan potensi terbaik mereka. Seorang coach tidak membagikan pengalaman mereka, melainkan lebih mengajak dan “memprovokasi” coachee untuk mencari solusi bagi tantangan yang mereka hadapi, dan menyusun langkah-langkah untuk mengeksekusi solusi tersebut. 

You may also like