Ini Rincian Biaya Bisnis AMDK yang Wajib Dipahami Sebelum Mulai Bisnis

by Ilham January
Ini Rincian Biaya Bisnis AMDK yang Wajib Dipahami Sebelum Mulai Bisnis

AMDK merupakan istilah lainnya untuk bisnis air minum dalam kemasan. Peluang bisnisnya cukup menggiurkan. Namun, sebelum memulai ada baiknya untuk paham terhadap komponen yang akan membutuhkan biaya.

Bisnis air minum dalam kemasan bukanlah jenis usaha yang kecil. Dibutuhkan persiapan yang matang, terutama modal yang akan diinvestasikan. Terdapat beberapa komponen yang membutuhkan biaya tidak kecil dalam bisnis air minum dalam kemasan, diantaranya:

1. Biaya Pembangunan Pabrik AMDK

Sebelum memulai usaha AMDK, tentunya harus disiapkan terlebih dahulu pabrik air minum dalam kemasan. Pembangunannya pun harus dirancang sebaik mungkin. Hal ini harus sesuai dengan ketentuan berstandar BPOM serta SNI.

Buatlah rancangan biaya yang akan dibutuhkan dalam pembangunan pabrik. Selanjutnya, biaya pun bisa dicari sesuai peluang yang ada. Pembangunan pabrik bisa membutuhkan biaya mencapai Rp. 400.000.000,-

2. Penyediaan Mesin yang Dibutuhkan

Selanjutnya, jangan lupa menghitung biaya penyediaan mesin yang dibutuhkan. Secara umum, bisnis AMDK akan membutuhkan mesin untuk filling, sterilisasi dan juga filtrasi air. Hal ini bisa dikonsultasikan pada ahlinya untuk bisa merancang desain yang tepat.

Perhatikan sistem filtrasi agar sesuai dengan kondisi air yang akan diolah. Selanjutnya, hitung biaya mesin secara keseluruhan. Umumnya, biaya yang dibutuhkan untuk pembiayaan mesin AMDK bisa mencapai Rp. 350.000.000,-.

3. Bahan Baku Produksi

Komponen lainnya yang harus diperhatikan yaitu bahan baku yang digunakan. Produksi air minum dalam kemasan membutuhkan bahan baku yang banyak. Hal ini mencakup Lid Cup, sedotan gelas, botol, gallon, kardus dan semacamnya.

Buatlah anggaran secara terperinci khusus bahan baku yang dibutuhkan dalam produksi. Pastikan untuk menghitung harga terbaru bahan baku. Pengeluaran yang dibutuhkan dalam bahan baku bisa mencapai Rp. 92.000.000,-.

4. Peralatan Laboratorium

Untuk bisa mengontrol kualitas air dalam kemasan dibutuhkan laboratorium. Selanjutnya, gunakan alat sesuai standar nasional. Alat yang lengkap serta handal akan membuat kualitas air pun semakin bagus. Selain itu, pastikan setiap peralatan memiliki sertifikat kalibrasi dari Badan Kalibrasi Nasional.

Pastikan kebutuhan laboratorium terpenuhi. Hal ini sebagai salah satu pendukung proses quality control pada AMDK. Adapun investasi modal untuk biaya peralatan laboratorium bisa mencapai Rp. 38.500.000,-.

5. Izin Usaha

Salah satu komponen penting lainnya dalam bisnis AMDK yang membutuhkan biaya adalah izin usaha. Buatlah rekapan secara teratur untuk surat perizinan yang akan diperlukan dalam bisnis AMDK. Hal ini mencakup BPOM, SNI, KAN dan semacamnya.

Pastikan pelaku usaha merinci anggaran dalam pembuatan izin usaha hingga berbagai biaya terduga lainnya. Berdasar analisa yang mengacu pada beberapa referensi, akan dibutuhkan biaya sekitar Rp. 68. 000.000,-

6. Kelengkapan Lainnya

Jangan lupa peralatan serta kelengkapan yang dibutuhkan kantor dan gudang. Hal ini mencakup meja, handlift, hingga pembuatan sekat ruangan di pabrik. Untuk pembuatan sekat bisa menggunakan beton ataupun bahan lainnya seperti ACP.

Untuk pembuatan sekat pabrik, instalasi listrik hingga kelengkapan yang dibutuhkan kantor dan gudang dibutuhkan biaya terperinci. Buatlah RAB secara detail sehingga biaya yang dibutuhkan pun akan lebih terperinci. Secara umum, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp. 118.900.000,-.

7. Transportasi Operasional

Selain itu, komponen penting lainnya yaitu dalam penyediaan transportasi operasional. Dalam hal ini, pabrik AMDK akan membutuhkan kendaraan berupa mobil truck dan jenis kendaraan lainnya yang mendukung. Untuk item yang dibutuhkan bisa dibeli secara cash ataupun kredit.

Dalam hal penyediaan transportasi dibutuhkan uang yang tidak sedikit. Pelaku bisnis harus memiliki modal investasi hingga ratusan juta rupiah. Perihal penyediaan transportasi merupakan komponen penting untuk melancarkan distribusi.

Demikianlah ulasan terkait komponen dalam bisnis AMDK yang akan membutuhkan pembiayaan. Dalam hal ini penting untuk merancang anggaran secara terperinci. Selanjutnya, para pelaku usaha bisa mempersiapkannya secara matang.

You may also like

Leave a Comment