Cerita Zaid bin Tsabit Penerjemah Zaman Nabi Jauh Sebelum Kemunculan Jasa Penerjemah

by Ilham January
Cerita Zaid bin Tsabit, Penerjemah Zaman Nabi Jauh Sebelum Kemunculan Jasa Penerjemah

Proses penerjemahan merupakan salah satu hal yang penting. Hal ini dikarenakan proses penerjemahan mampu membuka wawasan dan ilmu pengetahuan baru dari suatu bahasa ke bahasa yang lain. Oleh karena itu, proses penerjemahan menjadi salah satu hal yang penting bagi setiap peradaban. Hal ini juga terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Pada awal proses penyebaran agama Islam, dakwah Islam dilakukan pada berbagai macam kaum dengan bahasa yang berbeda. Oleh karena itu, proses penerjemahan beberapa bahasa ke bahasa Arab menjadi hal yang penting. Pada zaman tersebut, ada seseorang yang dipercaya sebagai penerjemah zaman Nabi. Dia adalah Zaid bin Tsabit. Kalau era sekarang jasa penerjemah bisa dipasrahkan kepada banyak lembaga, salah satunya Times Penerjemah.

Zaid bin Tsabit merupakan seorang sahabat dari kalangan Kaum Anshar tepatnya Bani Najjar. Ia memeluk Islam pada usia sekitar 11 tahun saat tahun pertama Rasulullah hijrah ke Madinah. Ia merupakan seorang pemuda yang cerdas dan memiliki kemampuan baca tulis. Pada saat masa awal dakwah di Madinah, ada banyak surat yang dikirimkan maupun diterima Rasulullah dari beberapa kaum yang berbeda. Setiap kaum memiliki bahasa yang berbeda. Oleh karena itu, peran penerjemah di masa itu sangatlah penting. Pada saat itu, Zaid bin Tsabit diminta untuk membacakan hafalan Al Qur’an yang ia miliki. Bacaan tersebut membuat Rasulullah terkesan. Sehingga, beliau meminta Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Yahudi. Ia bisa menguasai bahasa Yahudi selama sekitar setengah bulan. Sehingga, Zaid bin Tsabit diminta untuk menuliskan surat dengan bahasa Yahudi untuk dikirimkan kepada kaum Yahudi. Setelah itu, ia juga diminta untuk mempelajari bahasa Suryaniyah. Zaid bin Tsabit bisa menguasainya dalam kurun waktu 17 hari.

Kecepatan Zaid bin Tsabit membuatnya dipercaya untuk menerjemahkan surat – surat yang datang kepada Rasulullah. Ia juga dipercaya untuk menuliskan surat yang akan dikirim pada kaum lain. Selain itu, Zaid bin Tsabit juga termasuk dalam penghafal Al Qur’an. Hal inilah yang membuat ia didapuk sebagai orang yang bertanggung jawab dalam proses pembukuan dan penyeragaman bacaan Al Qur’an di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan.

You may also like