NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

WAWANCARA

Kamis, 22 Juli 2010, 06:22:18 WIB

Gondo Radityo Gambiro, Kalau Tidak Percaya, Nanti Ketemu Di Akhirat

Pembahasan Biaya Penye­leng­garaan Ibadah Haji (BPIH) diterpa isu tak sedap. Kabarnya, ada dana untuk anggota Panitia Kerja (Panja) agar pembahasan BPIH bisa mulus. Jumlahnya Rp 25 miliar.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Gondo Radityo Gambiro ada­nya suap dalam pembahasan BPIH. Pimpinan Panja BPIH ini men­jelaskan pembahasan me­nge­nai pe­netapan biaya haji ini alot ka­rena pemerintah ingin ada ke­naikan. Sementara, DPR minta penurunan.

Berikut wawancara seleng­kap­nya dengan politisi Partai De­mo­krat itu?

Ada kabar Anggota Panja BPIH menerima suap Rp 25 miliyar. Benarkah?
Saya kaget mendengar kabar itu. Terus terang saya tidak me­nge­tahui sama sekali. Se­pe­nge­tahuan saya di Komisi VIII DPR tidak pernah ada dana itu. Bahkan bisik-bisik saja tidak pernah. Sa­ya benar-benar kaget, Gile bener, kami kerja sungguh sungguh ma­lah diterpa isu yang menyakitkan.

Benarkah anggota Panja sempat mempertanyakan dana itu saat rapat dengan pihak Kementerian Agama?
Tidak ada. Kabar itu tidak be­nar sama sekali. Selama saya me­ngi­kuti rapat, tidak ada satu pun Anggota Panja BPIH yang mem­bicarakan soal dana itu.

Saya heran kenapa isu itu mun­cul padahal kami kerja serius. Menteri Agama Suryadharma Ali usai rapat dengan Panja BPIH sempat ditanya oleh banyak wartawan, dan beliau mene­gas­kan tidak ada satu rupiah pun yang dikeluarkan terkait pem­ba­hasan BPIH. Saya benar-benar tidak menyangka, kok sampai ada isu semacam itu.

Kenapa pembahasan BPIH alot?
Pembahasan alot, karena kami mengupas anggaran satu per satu dari sekian banyak komponen anggaran yang harus dikupas.

Pembahasan penyelenggaran haji untuk menwujudkan biaya haji yang murah itu tidak mudah. Untuk menurunkan BPIH, kami harus membahasnya hati-hati karena mengunakan dana umat.

Maksudnya?
Setiap jamaah yang ingin be­rangkat haji dikenai setoran awal. Sementara jamaah itu be­lum tentu bisa berangkat tahun depan karena antriannya panjang. Bah­kan saya dengar, banyak yang sudah setor untuk pem­be­rang­katan haji tahun 2016. Dana se­toran itu disimpan di bank. Ka­rena dana itu mendapatkan dana pemanfaatan dari bank, maka ada dana yang kami anggap bisa di­gunakan untuk mengurangi BPIH. Dana itu kami sebut dan optimalisasi. Kami maunya dana optimalisasi itu dipakai semak­si­mal mungkin untuk mengurangi biaya haji.

Untuk merealisasikan peng­gun­a­an dana optimalisasi, kami mengupas satu per satu ratusan komponen biaya penyeleng­gara­an. Ya wajah dong kalau alot pem­­bahasannya. Yang jelas, mak­sudnya pembahasan itu agar ada efisiensi pengunaan dana.

Biaya yang akan dikurangi?
Salah satunya biaya pemon­do­kan. Kementerian Agama min­ta agar biaya pemondokan 3.000 real. Kami menyepakati 2.850 real dan kekurangannya disubsidi dengan dana optimalisasi.

Kalau tahun lalu pemondokan di Ring I sebanyak 27 persen, tahun ini meningkat menjadi 63 persen. Semakin dekat dengan Masji­dil Haram semakin tinggi bia­ya yang dibutuhkan. Kami minta agar dibantu dengan biaya optimalisasi. Selain itu, biaya asuransi Rp 100 ribu yang biasa dibebankan kepada jamaah, kami minta tidak dibebankan lagi. Biaya itu dibayar dengan meng­gu­nakan dana optimalisasi.

Jadi pembahasannya alot bukan karena ribut-ribut soal fee?
Tidaklah. Kami kerja sungguh-sungguh kok. Kalau tidak per­ca­ya nanti kita ketemu di akhirat. Saya kira tidak sebanding antara uang itu dengan pahala yang ka­mi harapkan. Saya benar-benar sedih pembahasan BPIH dikait-kaitkan dengan itu.

Apa alasan Kementerian Aga­ma menolak penurunan BPIH?
Awalnya, kami juga bertanya-ta­nya. Kementerian Agama lalu men­­jelaskan, mereka sedang mem­perjuangkan peningkatan kuota haji. Semakin besar jumlah jamaah maka semakin besar subsidinya.

Kedua, kami sepakat agar ta­hun depan sebisa mungkin ja­ma­ah haji berada di Ring I. Tentu ini akan menambah biaya.

Ketiga, dalam penyelenggaran haji itu diperlukan anggaran emer­gency, dana cadangan. Mu­dah-mudahan tidak terjadi apa-apa tetapi kewaspadaan tetap diperlukan. Tapi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita memiliki dana darurat. Semua itu ada perhitungannya. Setelah mempertimbangkan banyak hal, saya bersyukur kami akhirnya tetap bisa menurunkan BPIH.

Berapa penurunannya?
Ada sejumlah komponen bia­ya haji yang berhasil ditu­run­kan. Terjadi penurunan sebesar 80 dollar plus Rp 100 ribu biaya asuransi.

Itulah hasil maksimal yang bisa kami capai. Kalau ditanya, puas atau tidak dengan hasil itu, itulah kesepakatan yang bisa kita la­kukan. Kalau terus berdebat la­ma-lama, yang menjadi korban ada­lah jamaah. Jamaah tidak men­dapatkan kepastian.

Kami patut bersyukur, karena bagaimanapun penurunan ini terjadi untuk pertama kalinya. Apalagi di awal pembahasan, Ke­men­terian Agama berniat me­naik­kan BPIH.

Untuk mengawasi pelaksanaan haji, kami akan segera mem­ben­tuk Panja Haji.Panja ini akan mem­buat penilaian secara kom­pre­hensif untuk membentuk sis­tem haji ke depan yang lebih baik.

KPK pernah mengumumkan indikasi penyimpangan biaya penyelenggaraan haji. Apa sem­pat dibahas?
Temuan itu menjadi salah satu per­hatian kami. Kami sempat mem­pertanyakan , tetapi kalau te­rus didalami, pembahasan BPIH bisa makin molor. Tetapi hal itu kami jadikan catatan. Di Panja Haji, kami akan menja­lan­kan ma­sukan-masukan yang disam­paikan KPK.

Kami tidak menuduh ada se­suatu yang terjadi di Kemen­terian Agama. Tapi, membangun sis­tem yang lebih baik dan trans­paran tentu diharapkan semua orang.


Robert Michael Gates, Amerika Tidak Pernah Mendikte Bangsa Lain
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates kemarin bertemu Pre­si­den SBY dan Menhan Indonesia Purnomo Yusgiantoro.

Se­jumlah kesepakatan dibi­ca­ra­kan. Salah satunya, dibukanya ...
 
Komjen Ito Sumardi, Adik Bukan, Keluarga Bukan, Buat Apa Saya Pasang Badan
Tim penyidik independen kasus mafia hukum dan mafia pajak telah dibubarkan.

Tim yang dipimpin Kapolda Kalimantan Timur Irjen Mathius Salempang ini ...
 
Saut Hamonangan Sirait, Saya Tidak Akan Tergoda Masuk Partai
Komisi II DPR, kemarin, memutuskan Saut Hamonangan Sirait sebagai anggota KPU baru menggantikan Andi Nurpati.

Sebelum memutuskan itu, komisi yang dipimpin ...
 
Muhammad Yusuf, Banyak Uang Kita Yang Dibawa Lari Ke Luar Negeri
Rencananya, RUU RUU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) bakal disahkan oleh DPR pada masa sidang ini. Tapi, pembahasannya berjalan alot.

Beberapa ...
 
Luthfi Hasan Ishaaq, Sesama Presiden Jangan Mendahului
PKS akan melakukan perom­bakan besar-besaran di DPR. Ada yang ‘naik pangkat’ maupun ‘tu­run pangkat’.

Mahfuz Siddiq, misalnya. Ang­gota Komisi II itu ...
 
Priyo Budi Santoso, Saya Nggak Neko-neko Ingin Jadi Menteri Segala
Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) telah membuat penilaian mengenai kinerja menteri-menteri. Hasilnya, beberapa menteri mendapat nilai ...
 
Harry Azhar Aziz, Tak Perlu Tawar Menawar Apalagi Pikiran Negatif
Kemarin, Haris Azhar Aziz harus menyerahkan jabatan ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR yang telah disandangnya selama hamper delapan bulan kepada ...
 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 ...»


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat