NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

WAWANCARA

Jumat, 30 Juli 2010, 02:25:25 WIB

Pramono Anung, KPK Tidak Boleh Diintervensi Hentikan Kasus Bank Century

Tim Pengawas DPR sedang bekerja memonitor proses hukum kasus Bank Century di tiga ins­titusi hukum, yakni Polri, Kejak­saan Agung dan Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK).

Belum selesai kerja tim penga­was, Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, meminta agar kasus Century ditutup.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR, Pramono Anung me­nga­takan, pernyataan itu mem­perlihatkan ketidakpatuhan ter­hadap keputusan Rapat Paripurna DPR yang berkesimpulan bahwa ada indikasi pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

“Semua anggota, pimpinan komisi, dan pimpinan DPR harus taat, patuh, dan tunduk pada ke­putusan Paripurna DPR yang me­mutuskan ada indikasi pelangga­ran hukum dalam kasus itu. Lalu kenapa diminta ditutup,’’ ujar Wa­kil Ketua DPR, Pramono Anung, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Rabu (28/7).

Berikut kutipan selengkapnya:

Berarti Anda tidak setuju di­tutup kasus itu?
Ya, tentu tidak setuju. Sebab, ada keputusan politik lewat pari­purna DPR yang waktu itu me­nyetujui opsi C. Intinya, meng­anggap bahwa hal-hal yang ber­kaitan dengan Century itu ada permasalahan. Kalau kemudian ada salah seorang anggota atau pimpinan komisi mengusulkan itu, maka itu adalah ketidak­pa­tuhan atau ketidaktaatan terhadap apa yang sudah menjadi kepu­tusan Paripurna DPR, sehingga ada kesan takut. Walaupun kita tahu bersama, misalnya saudara Benny itu dari Partai Demokrat yang tidak menyetujui opsi C, tapi itu keputusan paripurna DPR, sehingga semuanya harus taat dan patuh.

Apa Anda yakin bahwa sulit ditemukan bukti-bukti indikasi penyimpangan dalam kasus itu?
Semuanya kan sudah jelas. Tapi kalau mau meminta seperti itu, seharusnya yang meminta itu bergabung saja dalam Tim Pe­ngawas Century DPR. Tidak perlu kemudian seorang pimpi­nan komisi yang membawahi bi­dang hukum malah memberikan pole­mik dengan persoalan ini. Biar­kanlah tim pengawas bekerja secara jernih menyelesaikan per­soalan yang menyangkut Century.

Kalau sekadar hanya me­minta, tentu tidak ada aturan yang dilanggar kan?
Betul. Semua orang mempu­nyai kewenangan untuk me­nyam­paikan hal itu dan tidak ada sanksi yang bisa diberikan karena memang itu sudah merupakan domain wilayah politik. Tapi ten-tunya masyarakat akan mencatat bahwa apa yang disampaikan itu merupakan bagian dari ketidak­patuhan seperti yang saya se-butkan tadi.

Apa sih yang sudah dikerja­kan Tim Pengawas?
Tim pengawas itu kan ada be­berapa hal yang harus kerjakan, selain pengawasan terhadap pe­negakan hukum yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, money laundry, atau pencucian uang, dan yang lainnya. Tentu­nya juga ada yang berkaitan dengan aset recovery, penelu­suran aliran dana, kemudian juga berkaitan dengan bagaimana nasabah yang selama ini dirugi­kan bisa ter­penuhi hak-haknya. Sekarang ini kan belum men­dapatkan apa-apa, kalau kemu­dian ada usulan di­tutup, bagai­mana nasabah yang dirugikan, terus bagaimana Rp 6,7 triliun itu bisa dikembalikan.

Tapi KPK kan belum mene­mukan indikasi tindak pidana korupsi?
KPK kan sudah menelusuri untuk mencari bukti-buktinya. KPK sedang melakukan pe­mang­gi­lan dan penyelidikan. Jadi saya kira, tidak perlu ada ke­kuatan politik untuk intervensi atau ke­kuatan apapun untuk menghen­tikan ini.

Apakah terpengaruh dengan usulan seperti itu?
Nggaklah. Tim pengawas itu kan sudah sangat dewasa dan saya yakin teman-teman dari Fraksi Demokrat tetap menjadi ba­gian dari tim pengawas. Me­nurut saya biarkan tim pengawas bekerja dan tidak perlu dicampuri sampai mereka mendapatkan posisinya untuk membuat kepu­tusan secara final untuk dilapor­kan pada paripurna DPR.

Apakah Tim Pengawas men­dikte aparat hukum?
Nggaklah, itu tidak pernah ada. Tim Pengawas selalu mem­beri­kan keleluasaan bagi aparat hu­kum untuk bertindak dan bekerja sesuai dengan kewenangannya berdasarkan landasan hukum yang mereka miliki.

Pasca Sri Mulyani mundur dari Menkeu, terkesan partai pen­dukung pemerintah me­lem­­pem terhadap kasus Cen­tury, bagaimana komentar­nya?
Ini sebenarnya bukan persoa­lan berkoalisi atau tidak ber­koa­lisi, tapi persoalan bagaimana ke­benaran itu ditegakkan. Bagai­mana masyarakat bisa menda­patkan informasi yang benar, jadi semata-mata itu bukan hanya persoalan berkoalisi atau tidak. Tapi persoalan bagaimana hal yang dianggap sebagian atau mayoritas anggota DPR itu tidak memenuhi hal-hal yang proper dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara yang memang harus diperbaiki dan diungkapkan. Jadi ini merupakan pembelajaran bagi siapapun yang akan memerintah baik sekarang maupun di kemudian hari.

Apakah Tim Pengawas opti­mis kasus Century itu bisa tuntas?
Saya yakin teman-teman di Tim Pengawas akan giat bekerja.


Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana, ditantang Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Edward Aritonang, untuk membuktikan ...
 
Bambang Soesatyo, Kartel Politik Bekerja Efektif Membungkam Fakta Hukum
Fraksi Partai Golkar DPR mendukung penuh Darmin Nasution menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) saat Rapat Paripurna, Kamis (29/7).

Tapi salah ...
 
Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla nggak ‘ngiler’ lagi terhadap kekuasaan. Makanya tidak berniat terjun ke politik Pemilu 2014.

Bagi bekas Ketua ...
 
Mulyadi Jayabaya, Melepas Belenggu Ketertinggalan
Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang selama ini mengalir ke daerah ternyata belum berhasil menghilangkan gap ...
 
Roesmini, Setelah Hakim Memvonis Bebas Saya Sudah Bisa Tidur Nyenyak
Janda pahlawan, Roesmini (78), sudah bisa tidur nyenyak setelah hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (27/7) memvonis bebas dari ...
 
Bachtiar Chamsyah, Sedikit Pun Tidak Merasa Terpojok Meski Disodok Berbagai Penjuru
Bachtiar Chamsyah merasa nggak terpojok meski ada ‘sodokan’ dari berbagai penjuru setelah tidak menjabat Menteri Sosial (Mensos).

Pertama, secara hukum di­tetapkan ...
 
Haryono Umar, Sangat Siap Gaji Dipotong Tapi Tak Siap Kalau Dipecat
Tudingan demi tudingan terus ditimpakan kepada pim­pinan Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK) gara-gara belum tuntas menangani kasus Bank Century.

Bahkan ada usulan, ...
 
1 2 3 4 5 6 ...»


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat