|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
WAWANCARA
Rabu, 28 Juli 2010, 07:02:37 WIB
Bachtiar Chamsyah, Sedikit Pun Tidak Merasa Terpojok Meski Disodok Berbagai Penjuru
 |
Bachtiar Chamsyah merasa nggak terpojok meski ada ‘sodokan’ dari berbagai penjuru setelah tidak menjabat Menteri Sosial (Mensos).
Pertama, secara hukum ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus mesin jahit, sarung dan sapi.
Kedua, secara politik ada kesan ‘menghabisi’ orang-orangnya dari Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ini bisa dilihat dari wacana yang dilemparkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali agar Muktamar partai itu dipercepat setahun. Jadwal Semula tahun 2012, tapi diusulkan ke Juni 2011.
Ada yang menafsirkan ini strategi untuk menghabisi orang-orangnya Bachtiar Chamsyah dari Parmusi. Soalnya, mereka dianggap mengganggu soliditas partai. Dengan Muktamar dipercepat, kubu Suryadharma Ali dengan mudah menggusur lawan politik. Ini dilakukan demi menghadapi Pemilu 2014.
Bahkan sudah beredar kabar, dalam Muktamar dipercepat itu yang terpilih sebagai Ketua Umum tetap Suryadharma Ali dan Sekjennya Romy Romahurmuzy yang kini menjabat Wakil Sekjen.
Tapi bagi Bachtiar Chamsyah percepatan Muktamar PPP tidak membuatnya terpojok. Bahkan bekas Ketua Umum PPP itu mendukung percepatan tersebut.
“Saya setuju saja dilakukan percepatan Muktamar PPP. Sebab, semakin panjang waktunya untuk melakukan konsolidasi menghadapi Pemilu 2014,’’ ujar Ketua Umum Parmusi, Bachtiar Chamsyah, kepada Rakyat Merdeka, di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jakarta, Senin (26/7).
Berikut wawancara selengkapnya:
Ada yang menilai percepatan Muktamar itu untuk ‘menyingkirkan’ orang-orang Parmusi di PPP?
Ah, tidak seperti itu. Percepatan Muktamar itu kan tujuannya agar konsolidasi kepengurusan bisa lebih lama lagi saat menghadapi Pemilu 2014. Kalau Muktamar 2012 berarti konsolidasinya terlalu pendek, tapi kalau Muktamar 2011 tentu lebih panjang waktunya.
Anda tidak melihat ada tujuan politisi di situ?
Janganlah dipolitisir.
Artinya Anda setuju Muktamar dipercepat?
Ya, saya sangat setuju dilakukan percepatan itu. Seperti yang saya bilang tadi, tujuannya kan memperpanjang waktu konsolidasi pengurus untuk menghadapi Pemilu 2014, jadi tujuannya bagus. Artinya, dari sisi publik kalau Muktamar dipercepat itu akan lebih baik. Percepatan ini bertujuan supaya konsolidasi partai lebih kuat untuk menghadapi Pemilu 2014, dan waktu yang lebih panjang untuk bisa dikerjakan.
Berarti percepatan ini memang sangat diperlukan dong?
Ya, mengingat saat ini muncul wacana parliamentary threshold (PT) lima persen. Jadi, konsolidasi partai harus lebih kuat. Dan tentunya, ini menjadi tantangan berat bagi partai. Dengan begitu, diharapkan bisa lebih memperkuat partai kita.
Tapi mengapa sejumlah orang-orang Parmusi yang di PPP dikabarkan mau ‘hijrah’ ke Partai Golkar setelah ada wacana Muktamar dipercepat itu?
Saya tidak tahu. Yang jelas saya tidak melarang orang-orang Parmusi tetap berada di PPP, tapi saya juga tidak melarang orang-orang Parmusi pindah ke partai lain, termasuk Partai Golkar.
Apa Anda tidak khawatir ini melanggengkan kekuasaan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali?
Nggak, saya tidak ada kekhawatiran seperti itu. Lagian semua orang tahu jadi pemimpin partai itu tidak gampang. Apalagi bila melihat tantangan ke depan semakin berat.
Kabarnya Anda juga mau pindah ke Partai Golkar, apa benar seperti itu?
Oh nggak. Kita hanya menggalakan bahwa orang-orang Parmusi itu tidak harus berada di PPP. Tidak ada ketentuan seperti itu. Jadi, bebas saja. Makanya kami sangat bergembira dan sangat senang jika partai-partai politik memberi kesempatan bagi orang-orang Parmusi untuk berkarya di sejumlah partai.
Ke partai mana saja sih sudah ada orang-orang Parmusi?
Ada yang bergabung ke Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, dan lainnya. Ya, terserah saja. Saya tidak bisa melarang. Silakan saja bergabung ke partai mana yang disukai.
Kabarnya Anda menyukai Partai Golkar?
Saya memang menyetujui gagasan Partai Golkar soal pembangunan kesejahteraan rakyat. Karena kita memang menginginkan adanya peningkatan kesejahteraan rakyat bisa lebih dipercepat. Di Parmusi hal ini disebut sebagai “baldatun toyyibatun warobbun gafur”. Tapi biar bagaimanapun Parmusi bukan organisasi independen tapi merupakan salah satu unsur dari PPP.
Sudah berapa banyak kader PPP yang pindah ke Partai Golkar?
Saya nggak begitu tahu. Tapi ada tuh yang pindah. Misalnya, pengurus Parmusi Jawa Timur bergabung ke Partai Gerindra. Yang penting saya sebagai Ketua Umum Parmusi selalu berusaha mendidik kader-kader Parmusi menjadi cerdas.
O ya, bagaimana kelanjutan proses hukum terkait status tersangka dalam kasus mesin jahit dan pengadaan sapi?
Saya tidak tahu, tapi saya minta KPK bekerja secara adil. Sebab, dari sisi saya, yang saya lakukan itu adalah suatu kebijakan. Kebijakan untuk membantu orang miskin. Mana ada orang kaya yang dibantu.
Tapi ada kerugian negara dalam kasus yang ‘dibaluti’ untuk membantu orang miskin itu?
Saya sebagai Mensos ketika itu mengeluarkan kebijakan sesuai aturan dan proses yang benar. Jadi, pegangan saya tetap di situ. Seperti kebijakan soal sapi itu, programnya kan baik. Beli sapi, kemudian orang dilatih untuk memberi makanannya. Dan kotorannnya dijadikan pupuk. Kalau sudah sapi gemuk, baru dibeli sesuai dengan harga pasar. Jadi, program ini luar biasa sekali.
Soal pengadaan mesih jahit bagaimana?
Sama seperti pengadaan sapi. Program ini juga bagus. Kita harus menyediakan bahan dasarnya, melatih, dan membeli mesinnya. Lagipula banyak sekali kabupaten-kabupaten yang memang bagus programnya, sehingga sangat membantu masyarakat.
Ngomong-ngomong setelah tidak menjadi Mensos, apa saja kegiatannya?
Ya, cari makan yang halal dong, ha-ha-ha...
|
|
|
|
|
|