HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 19:03
POLISI TABRAK LARI
Mabes Polri Tidak Akui Tabrak Lari
Jumat, 30/07/10, 18:50
BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

WAWANCARA

Rabu, 10 Maret 2010, 01:31:24 WIB

Anas Urbaningrum, Yang Dorong Hak Nyatakan Pendapat Mengincar Posisi Wapres

Indonesian Corruption Watch (ICW) mencurigai kasus Bank Century akan berhenti di tengah jalan karena dibarter dengan kasus lain. Setidaknya ada tujuh kasus bisa dibarter. Kasus-kasus itu melibatkan beberapa elite parpol dan anggota Pansus Angket yang menganggap agar ada pelanggaran dalam kebijakan bailout terhadap Bank Century.

Mengapa Partai Demokrat masih terus melakukan lobi-lobi padahal DPR telah memutuskan ada pelanggaran dalam kebijakan bailout? Apakah lobi-lobi itu untuk membarter kasus Century seperti kecurigaan ICW? Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR.

Benarkah setelah DPR me­mutuskan ada pelanggaran da­lam bailout Bank Century, lobi-lo­bi politik makin gencar?
Komunikasi politik tentu saja terus berjalan. Sebab itu wajar dan memang harus dilakukan. Politik tanpa komunikasi akan kehilangan penglihatan. Politik tanpa lobi-lobi ibarat sambel tanpa cabe. Karena itu, ko­mu­ni­kasi dan lobi adalah salah satu sisi penting dalam politik.

Harus saya akui bila diban­ding­kan dengan sebelum pari­purna, lobi-lobi politik yang ter­jadi antara parpol-parpol koalisi saat ini sedikit menurun in­ten­sitasnya.

Apakah lobi -lobi itu juga terkait reshuffle kabinet?
Memang ada kawan dari mitra koalisi yang mengkonfirmasi apakah benar akan ada reshuffle kabinet. Selain itu, ada juga yang me­nanyakan mengenai ke­mung­kinan komposisi koalisi yang akan dipermak. Kami dari Partai Demokrat lebih tertarik pada pembicaraan yang mengarah pada masa depan koalisi.

Bagi kami, koalisi harus men­jadi perhatian bersama. Menjadi tanggung jawab bersama untuk men­ciptakan pemerintahan yang kuat, efektif, stabil dan produktif.

Muncul wacana agar meng­gu­nakan hak menyatakan pen­dapat mengenai kasus Century. Apakah Fraksi Partai Demokrat setuju?
Kalau ada hak menyatakan pen­dapat, justru akan mem­per­jelas adanya tendensi politik bah­wa Pansus dibentuk untuk meng­incar Pak Boediono. Sejak awal semua fraksi sepakat tidak me­ngarah ke pemakzulan.

Bagi kami, hak menyatakan pen­dapat jelas tujuannya adalah pe­makzulan. Karena itu, kami de­ngan tegas akan menolak dengan hak menyatakan pen­dapat itu.

Bukankah rekomendasi politik yang dihasilkan dalam sidang paripurna sudah jelas, jadi itu saja yang harus menjadi concern ber­sama. Tidak ada satu kata yang menyebut akan menggunakan hak menyatakan pendapat.

Sebenarnya apa yang di­kha­watirkan oleh Partai Demokrat kalau hak itu digunakan?
Menurut saya, kalau ada fraksi yang mendorong agar DPR meng­gunakan hak menyatakan pendapat pasti arahnya meng­incar posisi wapres. Kalau itu terjadi, sebenarnya akan mem­buat kondisi politik semakin ka­cau dan tidak stabil.

Padahal, rakyat sangat men­dam­bakan sekali kondisi politik yang stabil, pemerintah bekerja, politisi dan pemimpin hidup rukun dan kepentingan rakyat terurus dengan baik. Sedangkan me­ngarahkan bandul politik menuju pemakzulan adalah sikap egosentrisme para elite politik, bukan keinginan rakyat. Jadi jelas kami sangat tidak setuju

Benarkah Partai Demokrat akan membanter kasus Century dengan kasus lain agar kasus Century tak berlanjut?
Kami memastikan tidak ada barter perkara. Proses hukum harus berjalan normal ber­da­sarkan prinsip pe­negakan hukum tanpa adanya dis­kriminasi, asas praduga tak ber­salah, keman­di­rian dan pro­fesionalisme lembaga pe­negak hukum.

Jadi, tidak ada tukar-menukar ka­sus hukum dengan urusan po­litik. Jika tidak ada hak me­nya­ta­kan pendapat, itu bukan karena ada yang menukar dengan kasus hu­kum. Sebaliknya, jika ada ka­sus hukum yang diproses, maka itu bukan karena kepentingan politik.

Apakah Partai Demokrat merasa tersudut dengan per­nya­taan ICW yang mencurigai kemungkinan barter kasus?
Saya yakin itu bukan untuk menyudutkan Partai Demokrat, mengingat yang terkena spe­kulasi dalam kasus ini hampir seluruh partai.

Meskipun tujuan dari ICW itu baik, yakni mengawasi kinerja po­litisi, tetapi disampaikan de­ngan menghilangkan sikap hati-hati sehingga terkesan spekulatif.

Apakah Partai Demokrat akan meminta klarifikasi atas pernyataan ICW?
Kami merasa tidak perlu ada klarifikasi khusus dari ICW atas pernyataannya tersebut. Karena memang dalam hal ini Partai Demokrat tidak disebut secara eksplisit, sehingga penjelasan yang telah kami lakukan saat ini sudah cukup. Mungkin yang perlu klarifikasi, justru pihak-pihak yang terang-terangan disebutkan.

Namun bagi kami, itu hanya ru­mor yang sangat spekulatif. Tidak baik mengembangkan spekulasi yang tidak mendasar karena hanya menghubung-hu­bung­kan dua hal yang sebenar­nya tidak berhubungan. Tidak layak kecurigaan itu diso­sia­lisasikan, apalagi kemudian dianggap dan dipercaya sebagai kebenaran.

Tapi Staf Khusus Presiden Denny Indrayana menyatakan ada parpol yang meminta barter kasus...
Saat itu Denny Indrayana me­nyebut dalam konteks yang nor­matif bahwa kalau ada parpol yang ingin melakukan barter per­kara pasti presiden akan me­nam­pik ajakan tersebut.

Dalam pernyataannya, Denny tidak menuduh siapa-siapa dan ti­dak bermaksud menyerang sia­pa pun juga. Demikian penjelasan yang saya terima darinya.


Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla nggak ‘ngiler’ lagi terhadap kekuasaan. Makanya tidak berniat terjun ke politik Pemilu 2014.

Bagi bekas Ketua ...
 
Pramono Anung, KPK Tidak Boleh Diintervensi Hentikan Kasus Bank Century
Tim Pengawas DPR sedang bekerja memonitor proses hukum kasus Bank Century di tiga ins­titusi hukum, yakni Polri, Kejak­saan Agung dan ...
 
Mulyadi Jayabaya, Melepas Belenggu Ketertinggalan
Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang selama ini mengalir ke daerah ternyata belum berhasil menghilangkan gap ...
 
Roesmini, Setelah Hakim Memvonis Bebas Saya Sudah Bisa Tidur Nyenyak
Janda pahlawan, Roesmini (78), sudah bisa tidur nyenyak setelah hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (27/7) memvonis bebas dari ...
 
Bachtiar Chamsyah, Sedikit Pun Tidak Merasa Terpojok Meski Disodok Berbagai Penjuru
Bachtiar Chamsyah merasa nggak terpojok meski ada ‘sodokan’ dari berbagai penjuru setelah tidak menjabat Menteri Sosial (Mensos).

Pertama, secara hukum di­tetapkan ...
 
Haryono Umar, Sangat Siap Gaji Dipotong Tapi Tak Siap Kalau Dipecat
Tudingan demi tudingan terus ditimpakan kepada pim­pinan Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK) gara-gara belum tuntas menangani kasus Bank Century.

Bahkan ada usulan, ...
 
Mahfud MD, Kalau Saya Tak Banyak Bicara MK Nggak Terkenal, Ha-ha-ha ...
Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai berada di titik nadir gara-gara putusannya sering dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Selain itu, lembaga yang di­komandoi ...
 
1 2 3 4 5 6 ...»


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang