|
 |
|
|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 18:26 Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai |
|
Jumat, 30/07/10, 18:22 REKENING GENDUT POLRI Polri Tantang Denny Indrayana |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14 Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
Jumat, 30/07/10, 18:13 Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat |
|
Jumat, 30/07/10, 18:12 Hindari Digugat, BK Hati-hati Jatuhkan Sanksi ke Anggota DPR Pembolos |
|
 |
|
|
|
|
WAWANCARA
Selasa, 09 Maret 2010, 00:07:37 WIB
Edward Aritonang, Benar, Ada Anggota Desus 88 Terlibat Penyerangan...
 |
Apa bisa diceritakan kronologis bentrokan aktivis HMI dengan kepolisian di Makassar?
Bentrok itu terjadi ketika sejumlah aktivis HMI unjuk rasa menyikapi situasi politik terkini. Untuk menciptakan pengamanan dan ketertiban aksi tersebut dijaga oleh aparat kepolisian. Setelah beberapa lama aksi tersebut berjalan antara mahasiswa dengan polisi terlibat silang pendapat yang akhirnya berujung bentrokan.
Dalam peristiwa itu mahasiswa sempat menuding pihak kepolisian dengan kata-kata yang kurang baik sehingga menimbulkan perasaan tidak senang beberapa personil kepolisian setempat. Beberapa personil kepolisian mungkin merasa lebih tua merasa dilecehkan oleh para anak muda sehingga ketika malam, mereka mendatangi kantor sekretariat HMI untuk balas dendam.
Dari kejadian itu terjadi beberapa kali lagi bentrokan yang melibatkan pihak kepolisian dengan mahasiswa. Tetapi saya tegaskan penyerangan yang dilakukan oknum kepolisian ke Wisma HMI murni dendam pribadi dan tidak membawa unsur kepolisian.
Saat terjadi bentrokan banyak masyarakat yang terlibat, apakah benar polisi yang melakukan provokasi?
Kami tidak pernah berpikir untuk membenturkan antara mahasiswa dan masyarakat. Pasang-surut demonstrasi ini karena ada pihak-pihak yang mencoba memprovokasi.
Jika tidak melakukan tindakan provokasi, kenapa polisi berada dibarisan masyarakat?
Penyerangan itu memang melibatkan empat oknum kepolisian dan keempatnya sudah kami tangkap. Tapi yang perlu diingat, meskipun penyerangan itu melibatkan pihak kepolisian, tidak bisa diartikan penyerangan itu dalam rangka tugas dinas. Penyerangan yang terjadi adalah murni masalah perorangan yang mungkin tidak terima dengan tudingan dari mahasiswa saat unjuk rasa sebelumnya.
Apakah benar ada anggota Densus 88 terlibat?
Empat orang yang menjadi tersangka dari pihak kepolisian, salah satunya adalah anggota dari Densus 88 wilayah tersebut. Keterlibatan anggota Densus 88 ini bukanlah mewakili institusi, melainkan personil saja. Mengenai keterlibatan sejumlah anggota Densus 88 yang terlibat dalam penyerangan kantor HMI, para anggota Densus 88 itu memang diperbantukan melakukan pengamanan.
Aktivis HMI terus melakukan aksi unjuk rasa mengecam penyerangan di kantornya. Apakah ini bukti bahwa perdamaian yang ditawarkan kepolisian gagal?
Tidak ada yang gagal dalam perdamaian yang kami lakukan. Karena salah satu butir perdamaian yang kita sepakati membolehkan aksi unjuk rasa damai oleh mahasiswa. Sehingga kalau masih ada unjuk rasa jangan dinilai perdamaian gagal. Ada beberapa hal yang belum terjadi kesepakatan antara kepolisian dengan mahasiswa seperti rencana perbaikan kantor HMI oleh pihak kepolisian masih ditolak aktivis HMI dan pembentukan TPF.
Apa kendala didalam pembentukan TPF?
Pembentukan TPF ini awal rencananya terdiri dari pihak kepolisian dengan pihak HMI. Namun kemudian ada yang mengusulkan agar TPF ini berasal dari orang yang berada di luar kedua pihak yang sedang bersiteru. Hal ini dimaksudkan agar tim ini bisa bersifat independen dan tidak subjektif dalam melakukan penyelidikan. Sehingga kemudian diusulkan agar TPF ini dipegang oleh Komnas HAM. Terhadap usulan tersebut, kami pun setuju saja, asalkan apa yang menjadi tujuan dari pembentukan TPF ini sesuai dengan apa yang kita harapkan, yakni masalah ini dapat diselesaikan secepatnya dan selanjutnya tidak ada lagi perseteruan antara polisi dengan mahasiswa.
Banyak yang menilai bentrokan tesebut kental dengan muatan politis. Bagaimana penilaian Anda?
Bagaimana pun bentorkan itu membawa pengaruh negative untuk polisi maupun mahasiswa. Kita berharap kejadian ini tidak sampai melebar kemana-mana, apalagi ada tudingan bermuatan politis. Karena memang pada dasarnya ini hanyalah masalah pribadi.
Aktivis HMI mendesak Kapolda Sulsel dipecat dari jabatannya karena dinilai lalai dalam bertugas. Tanggapan Anda?
Kita belum tahu ada permintaan seperti itu, karena memang tidak ada rencana ke arah sana, yakni pemecatan terhadap Kapolda Sulselbar Adang Rochyana. Selama ini, menurut saya, Kapolda sudah menjalankan tugasnya dengan baik.
|
|
|
|
|
|