Idrus Marham, Kalau Bela Yang Salah, Kami Melenceng ...
Partai Demokrat mengusulkan reshuffle kabinet terhadap menteri-menteri asal parpol. Bagaimana tanggapan Anda? Partai Golkar bersama parpol-parpol lainnya lainnya mendukung pemerintahan SBY-Boediono seperti tercantum dalam nota kesepakatan koalisi. Koalisi dibangun berdasarkan komitmen terhadap ideologi dan visi untuk membangun Indonesia. Termasuk di dalamnya menjaga pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Nah, mengungkap masalah Bank Century dengan sejelas-jelasnya dan seterang-terangnya adalah upaya untuk mempertahankan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Karena itu bila ada pihak yang mengaitkan antara koalisi dan reshuffle kabinet, menurut saya, kontraproduktif bagi koalisi untuk mempertahankan pemerintahan yang bersih.
Kalaupun presiden mau melakukan reshuffle, tidak ada persoalan karena memang itu adalah hak prerogatif presiden. Silakan saja dilakukan reshuffle kapan saja selama didasarkan pada pertimbangan obyektif yang rasional. Dan Partai Golkar tidak pernah mempermasalahkan hal ini. Sebab itu bukan wewenang kami untuk menentukan apakah saat ini harus ada reshuffle atau tidak.
Partai Demokrat menganggap parpol mitra koalisi telah keluar dari kesepakatan yang ditandatangani. Tanggapan Anda? Justru harus dipertanyakan, di mana letak yang melenceng itu? Sampai saat ini, kami tidak pernah melakukan sesuatu di luar dari nota koalisi. Misalnya, mengungkap kasus Bank Century, merupakan upaya untuk melaksanakan misi dari koalisi, yakni menciptakan pemerintahan yang bersih. Kalau membela orang yang salah, kami justru melenceng.
Apakah tepat Partai Demokrat mengusulkan reshuffle kabinet, padahal reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden? Saya kira bisa saja. Semua orang berhak mewacanakan reshuffle, dan bagi kami itu tidak menjadi masalah. Justru akan menjadi masalah, apabila usulan perombakan kabinet itu atas dasar pertimbangan yang tidak obyektif dan rasional, apalagi dikaitkan dengan Bank Century.
Pemerintahan ini baru berjalan 100 hari, apakah etis mengusulkan reshuffle kabinet? Dalam hal ini, bukan masalah etis atau tidak etis untuk melakukan reshuffle. Kalau reshuffle dilakukan karena kinerja menteri yang tidak baik, maka sah-sah saja. Sebab pertimbangannya rasional dan faktual.
Selama ini Partai Golkar selalu mengevaluasi kadernya yang menjadi menteri. Jika mereka memiliki kinerjanya yang tidak baik, bisa saja Golkar akan meminta presiden untuk melakukan pergantian terhadap menteri asal Golkar.
Bagaimana penilaian Partai Golkar terhadap kinerja 100 hari menteri-menteri asal Golkar? Saya kira masa 100 hari hanya momentum politik yang belum bisa dijadikan tolak ukur penilaian terhadap kinerja menteri. Masa 100 hari belum cukup sebagai dasar untuk memberikan penilaian. Sebab untuk mengatasi masalah bangsa ini kan perlu proses, terkecuali ada hal-hal yang cukup parah.
Apakah Partai Golkar akan menarik kadernya yang ada di kabinet bila desakan reshuffle kabinet ini terus digulirkan? Apanya yang mau ditarik? Kan seperti yang saya katakan tadi, waktu 100 hari tidak cukup dijadikan dasar yang tepat untuk melakukan penilaian terhadap kinerja menteri. Sampai saat ini, kami melihat menteri-menteri kami baik-baik saja dalam melakukan tugasnya. Karena itu, untuk apa kami menarik menteri kami dari kabinet.
Idealnya kapan presiden perlu melakukan reshuffle kabinet? Kapan saja presiden bisa melakukannya, mengingat (reshuffle) itu adalah kewenangannya. Untuk menilai kinerja, mengangkat atau pun mengganti menterinya, tentu presiden lebih paham akan hal itu. Karena itu, terserah presiden kapan mau melakukan reshuffle yang didasarkan pada kinerja dari menteri-menterinya. Dan terkait dengan menteri-menteri dari partai koalisi, itu ada mekanismenya sesuai dengan nota kesepakatan koalisi
Apakah isu reshuffle kabinet ini sengaja dihembuskan sebagai teror politik menjelang akhir tugas Pansus Angket Bank Century? Sangat disayangkan kalau ada pihak-pihak yang mengait-kaitkan kasus Bank Century dengan isu perombakan kabinet. Kami dari Golkar memang tidak pernah menganggap bahwa isu reshuffle kabinet sebagai teror politik kepada kami, karena memang kami tidak pernah merasa diteror. Dalam berpolitik, Partai Golkar selalu berdasarkan pertimbangan obyektif yang rasional dengan keyakinan politik untuk memperjuangkan kebenaran. Karena itu membangun koalisi yakni dengan koalisi kebenaran.
Apakah pandangan Partai Golkar akan berubah karena adanya ancaman reshuffle kabinet ini? Tidak mungkin kami akan berubah. Justru pandangan Golkar dengan mengungkap kasus Bank Century ini adalah salah satu upaya untuk menegakkan pemerintahan yang bersih. Jadi, ada atau pun tidak isu perombakan terhadap kabinet, Golkar tidak akan pernah terpengaruh oleh isu tersebut.
Bagaimana internal Partai Golkar menyikapi isu reshuffle kabinet ini? Apakah muncul gejolak? Tidak ada, karena memang kami menganggap bahwa masalah reshuffle kabinet adalah mutlak kewenangan presiden. Dan kami siap kalau sewaktu-waktu presiden melakukan reshuffle terhadap para menterinya. Yang terpenting saat ini, kami tetap fokus dan concern dengan masalah besar yang sedang kita hadapi seperti kasus Bank Century.
Reshuffle kabinet merupakan keniscayaan. Saat melantik para wakil menteri beberapa waktu lalu, SBY menyatakan akan mengevaluasi kinerja termasuk kontrak politik ...
Apa bisa diceritakan kronologis bentrokan aktivis HMI dengan kepolisian di Makassar? Bentrok itu terjadi ketika sejumlah aktivis HMI unjuk rasa menyikapi ...
Presiden SBY dan Wapres Boediono sudah mengeluarkan pernyataan terkait hasil rapat paripurna DPR. Apa yang Anda tangkap dari pernyataan mereka? Mereka ...
Presiden dalam pidatonya menolak hasil keputusan DPR mengenai kasus Bank Century. Mengapa? Kita harus menghormati hak presiden untuk mempunyai sudut ...