HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:26
Demokrat: Ibas Bolos karena Tugas Partai
Jumat, 30/07/10, 18:22
REKENING GENDUT POLRI
Polri Tantang Denny Indrayana
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 18:13
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Jumat, 30/07/10, 18:12
Hindari Digugat, BK Hati-hati Jatuhkan Sanksi ke Anggota DPR Pembolos
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Festival Indonesia 2010 Digelar Di Kota Plzen, Ceko
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

WAWANCARA

Senin, 01 Februari 2010, 07:53:39 WIB

Anis Matta, PKS Tak Halangi Pemakzulan

Pansus Angket DPR sudah menemukan indikasi pelang­garan dalam kasus Bank Cen­tury. Dari sini berkembang wa­­cana pemakzulan. Penda­pat Anda?
Dalam konstitusi, pemakzulan itu bisa saja dilakukan, karena memang ada pasal yang menga­tur hal tersebut. Yang terpenting syarat-syarat dan tata tertibnya dipenuhi. Namun kalau sekarang kita sudah bicara akan melakukan pemakzulan kepada presiden di saat pansus sendiri belum membuat kesimpulan, itu belum bisa. Sebab kesimpulan pansus akan menjadi fakta hukum untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Hanya yang memang perlu ditegaskan dalam hal ini bahwa celah hukum tetap ada untuk melakukan pemakzulan, karena memang konstitusilah yang mengaturnya. PKS sendiri masih menunggu hasil rekonstruksi hukum dari kerja Pansus Bank Century. Kami sudah sudah menemukan adanya beberapa in­dikasi pelanggaran hukum. Ha­nya pelanggaran yang di­temukan itu sifatnya belum final.

Berarti PKS setuju bahwa ke­bijakan bail out Bank Century bisa dikriminalkan?
Menurut saya ini bukan me­nge­nai kebijakan yang bisa di­kriminalisasi atau tidak. Sebab pada dasarnya kebijakan itu tidak bi­s­a disalahkan. Namun proses pengambilan kebijakan itu yang bisa dipidana kalau ada bukti-bukti pelanggarannya. Misalnya masalah Bank Century. Menurut saya, kebijakan itu bertujuan untuk menyelamatkan ekonomi negara, sehingga tidak bisa me­nga­dili. Tetapi setelah kami kaji kepada turunan kebijakan ini, mi­salnya dalam bentuk pengam­bilan kebijakan century, ternyata ada indikasi pelanggaran. Karena itulah, proses pengambilan ke­bi­jakan inilah yang menjadi fokus dalam penyelidikan pansus ini.

Apakah bila dugaan pelang­garan­nya mengarah kepada tin­dak pidana korupsi maka bisa dila­kukan pemakzulan?
Masalah Century ini dimulai dari sekelompok kaum pro­fe­sio­nal yang mempunyai masalah hukum dan kemudian diselidiki oleh DPR dan tidak ada rele­van­sinya dengan koalisi. Karena itulah PKS memutuskan untuk me­ngalir seperti fakta. Jadi apa­pun fakta yang ditemukan nanti, PKS pun akan mendukung dan melaksanakan itu. Kalau me­mang fakta-fakta itu mengarah pada proses pemakzulan, tentu PKS tidak bisa menghalang-halanginya dong. Hanya yang per­lu saya sampaikan, PKS tidak da­lam posisi untuk menjatuhkan se­seorang atau membela se­seoang.

Tetapi Tifatul Sembiring me­nyatakan tidak akan ada pe­makzulan. Tanggapan Anda?
Memang Pansus belum meng­ambil keputusan dari sekarang. Jadi sebaiknya kita menunggu Pansus melakukan rekonstruksi hukum dalam mencari bukti-bukti pelanggaran yang ada. Sebab kami memang melihat dari proses pengambilan ke­bi­jakan ini, banyak sekali terjadi pe­lang­garan.

Anggota Pansus selalu ber­koordinasi dengan pimpinan. Jadi apa yang disuarakan oleh Pansus telah melalui koordinasi dengan pimpinan di PKS. Sedangkan Tifatul saat ini ada di peme­rin­tahan sehingga tidak lagi terlibat dalam masalah ini. Sehingga, menurut saya, beliau tidak pantas untuk berbicara karena sudah tidak lagi berada dalam ke­pe­ngu­rusan DPP. Jadi apa yang di­bicarakannya bukan atas nama PKS, melainkan diri pribadi.

Kenapa antar kader PKS terkesan kompak dalam me­nanggapi wacana pemakzulan?
Tidak benar kalau ada yang tidak kompak di internal PKS. Ini bukan masalah kompak atau tidak, karena memang barang ini belum final. Sehingga kalau ada anggota yang mau berbicara ma­salah ini, silakan saja. Tetapi ha­rus dilihat dulu latar bela­kang­nya. Sebab setelah ini, kami akan me­lakukan koordinasi dengan kader yang ada di pansus untuk mencari titik kesimpulan dari ma­salah ini.

Sekarang ini kan ada bias, bah­wa dalam sistem presidensial itu tidak ada pemakzulan. Pa­da­hal ketua MK sudah membantah ma­salah tersebut dan konsitusi kita pun mengaturnya, hanya sya­rat-syaratnya saja yang tidak ada.

Jadi kita tidak bisa mengambil keputusan sampai Pansus me­ng­ambil keputusan final, apakah nanti sampai pada proses pe­makzulan kepada presiden dan wakil presiden.

Kalau sudah sampai ke­sim­pulan bahwa ada korupsi, maka celah pemakzulan itu ada. Tapi kan kesimpulan itu belum final. Saat ini hampir semua fraksi berpendapat bahwa memang ini ada pelanggaran. Namun untuk diputuskan apakah itu berbentuk pelanggaran pidana korupsi atau tidak, itu belum diputuskan oleh Pansus. Namun kalau ada yang mengatakan bahwa tidak ada pe­mak­zulan dalam sistem pre­si­den­sial, menurut saya, itu bias besar.

Apakah sikap PKS itu tak akan mengganggu stabilitas koalisi?
Sekali lagi saya katakan ini ti­dak ada kaitan dengan koalisi, ka­rena murni berbicara hukum. Jadi, harus diselesaikan secara hu­kum. Apapun fakta hu­kum­nya, itulah yang akan dilaku­kan PKS.

Tujuan dari koalisi adalah men­ciptakan pemerintahan yang akun­tabel, transparan, dan me­ne­gak­kan supremasi hukum. Se­bab ini bu­kan koalisi tran­sak­sional, te­tapi koalisi etik yang dibangun berdasarkan kesadaran etika dan prinsip-prinsip politik. Dan SBY sendiri pernah mengatakan bah­wa koalisi ini adalah berbasis kon­­­trak yang salah satu komit­men­­nya adalah membangun pe­merintahan yang bersih. Jadi ini implementasinya.


Jusuf Kalla, Ogah Terjun Ke Politik Pemilu 2014 Lebih Penting Mengurusi Sosial
Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla nggak ‘ngiler’ lagi terhadap kekuasaan. Makanya tidak berniat terjun ke politik Pemilu 2014.

Bagi bekas Ketua ...
 
Pramono Anung, KPK Tidak Boleh Diintervensi Hentikan Kasus Bank Century
Tim Pengawas DPR sedang bekerja memonitor proses hukum kasus Bank Century di tiga ins­titusi hukum, yakni Polri, Kejak­saan Agung dan ...
 
Mulyadi Jayabaya, Melepas Belenggu Ketertinggalan
Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang selama ini mengalir ke daerah ternyata belum berhasil menghilangkan gap ...
 
Roesmini, Setelah Hakim Memvonis Bebas Saya Sudah Bisa Tidur Nyenyak
Janda pahlawan, Roesmini (78), sudah bisa tidur nyenyak setelah hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (27/7) memvonis bebas dari ...
 
Bachtiar Chamsyah, Sedikit Pun Tidak Merasa Terpojok Meski Disodok Berbagai Penjuru
Bachtiar Chamsyah merasa nggak terpojok meski ada ‘sodokan’ dari berbagai penjuru setelah tidak menjabat Menteri Sosial (Mensos).

Pertama, secara hukum di­tetapkan ...
 
Haryono Umar, Sangat Siap Gaji Dipotong Tapi Tak Siap Kalau Dipecat
Tudingan demi tudingan terus ditimpakan kepada pim­pinan Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK) gara-gara belum tuntas menangani kasus Bank Century.

Bahkan ada usulan, ...
 
Mahfud MD, Kalau Saya Tak Banyak Bicara MK Nggak Terkenal, Ha-ha-ha ...
Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai berada di titik nadir gara-gara putusannya sering dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Selain itu, lembaga yang di­komandoi ...
 
1 2 3 4 5 6 ...»


Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang