|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
SUARA PUBLIK
Jumat, 08 Agustus 2008, 16:20:47 WIB
Awas, Penyadap PIN ATM Gentayangan MODUS kejahatan semakin canggih. Nasabah bank pemegang kartu anjungan tunai mandiri (ATM) kini menjadi incaran dengan penyadapan personal identification number (PIN) ATM.
Kecanggihan teknologi yang digunakan pelaku untuk mengintai dan menduplikasikan PIN ATM harus diwaspadai para nasabah bank.Bank Indonesia memang sudah mengantisipasi modus kejahatan baru ini.
Namun demikian, pemegang kartu ATM harus ekstra hati-hati ketika melakukan penarikan uang tunai lewat ATM. Sebab, berbagai cara dilakukan pelaku untuk mngetahui nomor PIN nasabah. Alat pengintai dipasang di dalam ruangan yang dapat merekam nomor PIN saat memencet kode rahasia.
Kalau angka PIN sudah jatuh ke tangan pelaku, dipastikan uang nasabah bakal terkuras habis tanpa sepengetahuan pemilik. Karena itu, bagian informatika Bank Indonesia Iwan Setyawan memberikan petunjuk sebagai berikut:
Ketika masuk ruang ATM cermati semua dinding apakah ada alat mencurigakan atau tidak.
Perhatikan pula kamera tersembunyi yang mungkin ditempel pelaku dengan maksud merekam aktivitas untuk mengetahui nomor PIN. Jika merasa aman dan dipastikan tidak ada alat yang menempel di dinding ruangan langkah selanjutnya amati dengan seksama mesin ATM.
Apakah ada alat lain seperti pita hitam atau lempengan dan sejenisnya. Kalau ada meski sekecil apapun selain perangkat mesin, jangan masukkan kartu ATM.
Jika terpaksa harus menarik uang kendati ada alat mencurigakan, pada saat memencet nomor PIN harus ditutup dengan telapak tangan atau kain seperti sapu tangan, baju dan sejenisnya dengan maksud agar nomor PIN terlihat dan dengan sendirinya tidak terekam. Jika masih ragu juga jangan paksakan menarik di ATM tersebut dan cari ATM yang lebih aman.
Karena kejahatan seperti ini meresahkan nasabah pemegang ATM, pihak bank seharusnya mencari solusi untuk mengatasinya dengan mengguanakan teknologi yang lebih canggih pada mesin ATM sehingga tidak mampu ditembus teknologi ciptaan pelaku.Dengan demikian pemegang kartu ATM merasa aman dan nyaman manakala menarik uang.
Selain itu, perlu diadakan sosialisasi oleh pihak bank agar pelanggan mengetahui dan waspada terhadap kejahatan penyadap ATM. Pihak Kepolsian juga agar proaktif mendeteksi sedini mungkin lokasi-lokasi yang menjadi incaran penyadap ATM.
Syamsudin, Matraman, Jakarta Timur.
Change We Can Believe In
Obama saat menerima pencalonan sebagai Presiden Amerika Serikat pada awal bulan September 2008 menyatakan “Change We Can Believe In" berikut ... |
|
| |
|
| |
Duh, Kuis Ramadhan Ada Unsur Judi
PROGRAM-program Ramadhan yang ditayangkan stasiun televisi swasta berupa kuis berhadiah Rp 250.000-Rp 2,5 juta kepada pemirsa dianggap kategori ... |
|
| |
Puasa Bisa Mereformasi Moral
MEMASUKI bulan Ramadhan 1429, umat Islam kembali diwajibkan melaksanakan ibadah puasa. Tapi, suasana Ramadhan ini kali cukup memprihatinkan.
Namun demikian, ... |
|
| |
|
| |
Gila, Oli Bekas Jadi Minyak Goreng
HIMPITAN kebutuhan hidup terutama bagi mereka yang berada di garis kemiskinan semakin berat. Untuk mengatasi kesulitan hidup tersebut biasanya timbul ... |
|
| |
DPR = Duit, Perempuan dan Raja
DALAM suatu pepatah politik, harta (duit), wanita (perempuan) dan kekuasaan (raja) selalu dicari dan tidak dapat dipisahkan.
... |
|
| |
|
|
|
|
|
|