HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
SUARA PUBLIK

Jumat, 22 Januari 2010, 06:02:24 WIB

Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam

Proyek banjir kanal timur (BKT) masih menuai keluhan dari warga sekitar dan para pengguna jalan.

Mereka menuding pelaksana proyek seperti sopir truk hanya mengejar setoran tanpa menghiraukan keselamatan jiwa warga.
Warga mengeluhkan ketidaknyamanan karena amburadulnya pekerjaan proyek BKT.Jika keadaan itu dibiarkan berlanjut bisa menelan korban jiwa. Pihak pelaksana proyek dinilai mengabaikan keselamatan warga maupun pengguna jalan karena tanah merah berceceran.Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini.

Sejumlah pengendara sepeda motor berjatuhan di jalan lantaran galian tanah proyek berceceran di sepanjang jalan Sugiono, Duren Sawit, Jakarta Timur.Tanah berjatuhan karena truk pengangkut tanah tidak ditutup menyebabkan tanah yang berjatuhan menjadi ranjau bagi pengendara sepeda motor. Proyek BKT banyak memakan korban. Sejak tahun 2005 hingga 2009 tidak kurang dari 10 jiwa melayang di kubangan BKT gara-gara kepeleset. Dua orang merenggang nyawa tertimpa beton saat bekerja.

Tak terbilang yang jatuh dari sepeda motor lantaran jalan licin, sehingga menyebabkan korban jatuh menderita luka ringan atau berat. Bukan itu saja, kondisi tebing Banjir Kanal Timur di ruas Pondok Kopi Durensawit, Jakarta Timur, dibeberapa titik saat musim hujan itu terancam longsor. Sebab, sudut tebing kanal dibeberapa ruas tersebut 90 derajat.Sebagian besar jalan inspeksi di sepanjang BKT masih berbentuk tanah merah sehingga jika diguyur hujan jalan menjadi becek.

Sulastri (50) dan Toyib (70) keduanya warga Pondok Kopi, Duren Sawit mengeluhkan, sudah tiga kali tebing BKT dekat rumahnya mengalami longsor sehingga mengancam keselamatan keluarga dan warga sekitar.Sulastri, Toyib dan beberapa kepala keluarga lainnya masih bertahan meski lahan mereka sudah diukur, tinggal pembayaran uang ganti rugi.

Pembayaran ganti rugi, kata Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Arifin H Ibrahim yang juga sebagai sekertaris kota madya Jakarta Timur menunggu pengesahan APBD DKI tahun 2010 maupun APBN.Dari sekitar 600 peta bidang yang ada untuk trase kering proyek BKT baru selesai diukur BPN sekitar 333 peta bidang yang dikerjakan.Tapi pembayaran ganti rugi tanah kepada warga seperti Sulastri dan kawan-kawan masih menggantung harapan.

Moch Sanan Syam EN, Jakarta Timur


Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
MEMASUKI musim penghujan dalam dua pekan terakhir ini harga sejumlah bahan pokok terutama beras di sejumlah daerah mulai mengalami kenaikan ...
 
Denmark Menelikung Perundingan
NEGARA industri dengan terang-terangan mulai menelikung pada hari pertama Pertemuan Para Pihak (COP) XV Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC), ...
 
Lagi Tentang UN, Jangan Paksa Kami !
ENTAH tulisan ini mau digolongkan jenis tulisan apa, saya tidak peduli. Saya juga tidak ambil pusing kalau karena tulisan ini ...
 
Pelanggan Menggugat Telkomsel
Seorang pengusaha yang menjadi pelanggan kartu pasca-bayar Telkomsel, Pratiknyo, mengggugat PT Telkomsel membayar ganti rugi Rp 1 miliar, karena ...
 
Untuk SBY Jilid II
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Masa kepemimpinan SBY-JK berakhir pada Senin, 20 Oktober 2009. Sekaligus, duet SBY-Boediono—yang berarti SBY Jilid II—akan dilantik secara ...
 
Membunuh Teroris
Catatan oleh : Rico Marbun*

Ada dua mazhab pendekatan pemberantasan terorisme. Mazhab pertama lebih dikenal dengan pendekatan langsung (direct approach). Filosofi ...
 
Kriminalisasi Petani Gurem
“Laksanakan Pembaruan Agraria Sejati berdasarkan UUPA 1960 untuk keadilan sosial bagi kaum tani dan Rakyat Indonesia”


Hari Tani Nasional yang setiap ...
 
1 2 3 4 5 6 ...»