Perempuan Tak Perlu Mengejar Cinta. Ini Bukti Bahwa Perempuan Terlalu Berharga untuk Sekadar Mengejar Cinta Laki-Laki

by Ilham January
Perempuan Tak Perlu Mengejar Cinta

Tak hanya laki-laki, kini perempuan pun sudah belajar untuk menyatakan sebuah perasaan pada laki-laki yang disukainya. Mulai dari suka memberi “kode”, menunjukkan perhatian, hingga yang lebih frontal adalah secara langsung ‘menembak’ laki-laki. Pergeseran budaya masa kini membuat para perempuan berpikir untuk lebih modern dan bertindak lebih aktif daripada laki-laki dalam membangun sebuah hubungan. Namun, benarkah seorang perempuan harus mengejar cinta seorang laki-laki yang disukainya?

 

Berawal dari “teman rasa pacar”

Sebelumnya, bisa dibilang saya sedang menjalani hubungan “teman rasa pacar” dengan laki-laki yang merupakan sahabat saya sejak kuliah. Kami tak pernah memiliki komitmen apapun karena memang sudah terbiasa akrab sejak dulu. Tak jarang kami juga terbuka satu sama lain. Pada awalnya saya merasa hubungan kami baik-baik saja. Toh, memang tidak ada rasa suka di antara kami. Beberapa teman saya menasihati agar saya berhati-hati dalam menjalani hubungan ini. Namun, tak sepenuhnya saran mereka saya dengarkan.

 

Berusaha memberikan “kode” sebagai wadah menyatakan perasaan

Hingga pada akhirnya, rasa suka itu muncul. Baik saya maupun dia terlalu sering memakai “kode” dalam hubungan kami. Parahnya, masing-masing kami pun saling merespon “kode” yang dibuat. Hubungan “teman rasa pacar” tersebut pun kian bias hingga muncul rasa penasaran di hati saya. Beberapa kali saya selalu pancing dia dengan berbagai “kode”, berharap dia memahaminya. Namun, pada akhirnya saya pun lelah dengan perasaan saya sendiri.

 

Saya sadar bahwa perempuan terlalu berharga untuk sekadar mengejar cinta seorang laki-laki

“Kode-kode” yang saya berikan ibarat umpan yang hanya dia ladeni dengan jawaban menggantung. Saya putuskan untuk berhenti menjalani hubungan “teman rasa pacar” ini. Saya akan tetap menjadi sahabatnya dan tak akan membencinya. Hanya saja saya harus bisa mengendalikan diri untuk tidak terlalu banyak bercerita padanya. Sebuah lagu dari Sheila On 7 yang berjudul “Untuk Perempuan” mengajarkan saya bahwa perempuan terlalu berharga untuk sekadar mengejar cinta dari seorang laki-laki. Buat Sahabat Trivia yang sedang galau pada rasa cintanya pada seorang laki-laki, beberapa lirik dari lagu tersebut dapat membuatmu sadar betapa berharganya kamu sebagai perempuan.

Jangan mengejarku
Jangan mencariku
Aku yang kan menemukanmu
Kau mekar di hatiku di hari yang tepat

Di mata laki-laki, perempuan tak perlu bersusah payah mencari dan mengejar cinta. Percayalah bahwa laki-laki yang tepat dan layak buatmu akan datang dengan keberaniannya. Biarlah mereka yang menemukanmu dan menempatkanmu di hatinya di waktu yang tepat.

Sibukkan harimu
Jangan pikirkanku
Takdir yang kan menuntunku pulang kepadamu
Di hari yang tepat

Sikap hati-hati saya dalam menjalani “teman rasa pacar” tanpa saya sadari telah menyita beberapa waktu saya. Bahkan, seiring dengan makin banyaknya “kode” yang saya berikan, rasa ingin tahu saya semakin bertambah. Sebagai perempuan, kamu juga tak perlu membuang waktumu dengan melakukan hal yang saya lakukan. Lebih baik isi waktumu yang ada dengan kegiatan yang positif. Kelak seseorang yang tepat akan datang di saat kamu sudah siap.

Tidaklah mawar hampiri kumbang
Bukanlah cinta bila kau kejar
Tenanglah tenang aku kan datang
Dan memungutmu ke hatiku yang terdalam
Bahkan ku takkan bertahan tanpamu

Bagian refrain dari lagu ini mengingatkan saya untuk tenang dan tak perlu mencemaskan perasaan yang dimiliki oleh sahabat saya kepada saya. Saya merasa tak perlu lagi membuka peluang atau memberi “kode” lagi. Perempuan memang tak seharusnya dibuat galau oleh perasaan yang ia miliki kepada seorang laki-laki. Tugas laki-laki lah yang akan mengetuk hatimu. Percayalah, jika seorang laki-laki memang tepat untukmu, dia tidak akan pernah melepaskanmu begitu saja.

7 hal ini bisa kamu lakukan kok dan bisa kamu mulai sekarang, setelah kamu membaca ini, Sahabat. Jangan menundanya dan berharap bahwa dunia akan menjadi lebih baik. Mulai saja dari diri kita sekarang. Do it now!

You may also like