|
 |
|
Jumat, 05/02/10, 15:54
Ini Dia Daftar Korupsi Gubernur Kalsel Versi Maksi Indonesia |
|
Jumat, 05/02/10, 15:04
Maksi Indonesia Desak KPK dan SBY Periksa Gubernur Kalsel |
|
Minggu, 24/01/10, 21:44
Sekawanan Maling Membobol Sekolah |
|
Jumat, 18/12/09, 16:51
Nipu Uang CPNS Puluhan Juta, Guru SMP Dibekuk |
|
Kamis, 17/12/09, 08:45
Adik Gubernur Pimpin Golkar |
|
|
|
HEBOH BAKSO CELENG Brutal, Warga Serang Pedagang Bakso
Kamis, 07 Desember 2006, 04:26:20 WIB
|
Rakyat Merdeka. Menyusul terbongkarnya penjualan bakso dengan menggunakan daging babi hutan (celeng) di kawasan Samarinda Seberang, banyak warga yang resah. Bahkan kekecewaan yang mereka rasakan tak jarang diluapkan dengan merusak rombong milik pedagang bakso yang menggunakan daging tersebut.
Setelah rumah Dwi Santoso (22) warga Jl Manunggal 1, Loa Janan Ulu, Kutai Kartanagara (Kukar) yang dirusak. Giliran rumah pedagang bakso yang diketahui menggunakan daging babi, yakni Jojon yang berada di kawasan Jl Cokro Aminoto, Samarinda Seberang yang diserbu warga yang merasa jengkel dengan ulah pedagang tersebut pada Rabu (6/12) pagi.
Namun karena tak berhasil menemukan Jojon, puluhan massa langsung menghancurkan barang-barang yang ada di rumah pedagang bakso tersebut sebagai luapan emosi.
Sementara itu, Jonon sendiri diketahui sudah tidak tinggal di rumah sewaannya itu sejak terbongkarnya kasus bakso babi. Ia juga membawa serta seluruh keluarganya untuk menghindari amuk massa, bahkan hampir seluruh barang-barangnya sudah diungsikan.
"Kami tahu dia mau pergi dari rumah itu, soalnya barang-barangnya sudah diangkut. Selain itu dia dan keluarganya juga beberapa hari ini tidak kelihatan di rumah itu. Kami tidak terima, karena kami sering makan bakso di warungnya. Dia membohongi dan menipu kami," ujar Yanto.
Untunglah aksi warga tak berlanjut pada tindakan anarkis, setelah jajaran Mapolsekta Samarinda Seberang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Walaupun begitu, beberapa warga yang masih emosi, tak mampu meredam kekecawaannya dan di depan petugas mecahkan piring-piring milik Jojon yang kala itu diletakan di meja di teras rumahnya. Tak lama kemudian, polisi melakukan pendekatan kepada warga untuk tidak melakukan pengrusakan lagi.
"Kami yakin pasti polisi mengerti apa yang kami lakukan ini, karena kami juga tahu diri, tidak mungkin melakukan hal-hal yang lebih dari ini. Kami hanya kecewa saja kok," lanjut Yanto.
Setelah berhasil meredam emosi massa, petugas langsung meminta agar mereka membubarkan diri dan berjanji akan tetap melakukan proses hukum kepada penjual bakso daging babi tersebut. Dari kejadian itu, tidak ada seorang warga pun yang diamankan ke Mapolsekta Samarinda Seberang.
Kapolsekta Samarinda Seberang Handoko SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Suprihadi menghimbau kepada warganya, untuk tidak main hakim sendiri atas kasus tersebut. Ia meminta agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada hukum.
"Sikap warga itu memang wajar, tapi bukan berarti main hakim sendiri seperti itu dibenarkan," ujarnya. oen/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|