HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 21:05
MENUJU DEPOK-1
Pasangan Badrul Kamal Digoyang Isu Penganut Aliran Ahmadiyah
Jumat, 30/07/10, 20:45
Ditemukan, Peluru dan Granat Sisa Penumpasan DI/TII
Jumat, 30/07/10, 19:44
Rumah Dirampok, Berlian Melayang
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
Jumat, 30 Juli 2010, 17:18:53 WIB

Laporan: Sopyan Munawar

Tasikmalaya, RMOL. Kakek berusia 62 tahun ini bernama Engkos Sobana. Dia yang warga Kampung Sambong Pari, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Kamis (29/7) malam, dia diarak warga karena diketahui menyetubuhi gadis berusia 12 tahun yang tak lain tetangganya. Engkos nyaris dihakimi massa . Beruntung sesepuh kampung cepat bergerak. Engkos pun diserahkan ke Polresta Tasikmalaya.

Awal terungkapnya kasus karena korbannya, Lela (bukan nama sebanarnya) begitu shok. Lela enggan keluar rumah. Hari-harinya dihabiskan mengurung diri dalam kamar. Lela juga merasakan sakit jika buang air kecil. Melihat demikian ibunya, kemudian membawa Lela ke RSUD Tasikmalaya, Kamis siang (29/7). Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan, alat vital Lela terluka.

Tiba di rumah, Lela ditanyai ibunya. Gadis yang baru masuk SMP ini menyebutkan telah disetubuhi si kakek-kakek, Engkos. Kedua orang tua Lela bak disambar petir mendengarnya.

Kabar Engkos telah menyetubuhi Lela menyebar. Warga marah. Rumah Engkos dilempari batu. Engkos ditanyai. Dia tidak mengaku. Karuan warga kian marah. Engkos diarak keliling kampung. Lalu diserahkan ke Polresta Tasikmalaya. Di kantor polisi Engkos mengakui jika dirinya telah tiga menggauli Lela.

Aksi itu dilakukan di rumah Engkos, ketika istrinya tengah belanja ke pasar. Dia menyebutkan birahinya memuncak ketika melihat kemolekan tubuh Lela. Terlebih suasana mendukung karena rumah sepi.

“Saya tidak mempunyai anak. Tadinya melihat Lela hati ini terenyuh akan kondisi istri saya yang tidak memberikan keturunan,” kilah Engkos.

Dikatakan Engkos tiap pagi, istrinya pergi ke pasar Induk Cikurubuk. Dan pulangnya sekitar pukul 09.00 WIB. Kesempatan ini digunakan Engkos untuk memanggil Lela. Modusnya Lela disuruh membeli bubur ayam. Malah Engkos juga kerap membantu mengerjakan PR Lela. Agar ulahnya tidak bocor, dia kerap memberi uang jajan pada Lela.

Menurut Ketua RW Sambong Pari, Didin, Engkos aslinya warga Pasir Kaliki, Kota Bandung. Dia menetap di Sambong Pari, di rumah istrinya.

Polisi menjerat Engkos dengan Pasal 82 UU 23/2003 tentang  Perlindungan Anak. [ald]


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat