HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
Kamis, 29/07/10, 20:39
TKW Tewas Misterius, Jenazah Terkatung-katung
Kamis, 29/07/10, 19:54
Tertangkap Sewaktu Razia, Malah Minta Dinikahkan
Kamis, 29/07/10, 16:29
Sambut Ramadhan, Siang Hari Satpol PP Razia PSK
Berusaha Kabur, Polisi Terpaksa Tembak Seorang Perampok
Minggu, 25 Oktober 2009, 08:40:47 WIB

Jakarta, RMOL. Muhammad Andika Syaputra Lubis (18) terpaksa dihadiahi timah panas oleh polisi tepat dibetis kaki kanannya karena setelah diamankan, pemuda yang menetap di jalan Sentosa lama, Gang Antara, Medan Timur ini berusaha kabur usai merampas tas penumpang becak bermotor.

“Tersangka berusaha kabur saat dilakukan pengembangan,” kata Kanit Jahtanras Poltabes Medan, AKP Faidir Chaniago, sebagaimana dilansir JPNN (Sabtu, 24/10).

Saat beraksi, menurut Faidir, Andika ditemani adik keponakannya berinisial AA (16). Menurut Faidir, kedua pria yang masih bersaudara itu diamankan usai gagal merampok tas Shelly (16), saat becak bermotor yang ditumpanginya melintas di jalan Logam, kecamatan Medan Area pada pukul 12.00 WIB. Menurut mantan Kanit Reskrim Polsekta Medan Area ini, saat Shelly dan ibunya melintas, Andika dan AA dengan menumpangi sepeda motor Yamaha Vega R memepet becak bermotor yang ditumpangi korban dan langsung merampas tas yang berada dipangkuan Shelly. Saat tas dirampas, Shelly pun spontan teriak rampok.

“Kebetulan petugas kita sedang melintas disana, dan menciduk keduanya. Akan tetapi, saat dilakukan pengembangan, Andika berusaha kabur sementara AA langsung diamankan ke komando (Poltabes Medan),” kata Faidir. [yan]


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang