HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 21:05
MENUJU DEPOK-1
Pasangan Badrul Kamal Digoyang Isu Penganut Aliran Ahmadiyah
Jumat, 30/07/10, 20:45
Ditemukan, Peluru dan Granat Sisa Penumpasan DI/TII
Jumat, 30/07/10, 19:44
Rumah Dirampok, Berlian Melayang
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
234 Siswa SMAN 1 Boja Mogok Belajar
Jumat, 17 Juli 2009, 00:11:41 WIB

Jakarta, RMOL. Sekitar 243 siswa kelas tiga, SMAN 1 Boja, Jurusan IPA 1, 2, 3 dan IPS 1, 2 dan 3, Kamis (16/7), mogok belajar. Mereka memilih duduk duduk di luar ruang kelas sambil ngobrol santai. Sedangkan 19 siswa Jurusan Bahasa, tidak ikut mogok.

Aksi mogok siswa, dipicu oleh keputusan pihak sekolah yang akan memisahkan siswa kelas dua yang naik ke kelas tiga, ke kelas baru (dilakukan pengoplosan siswa). Sedangkan siswa kelas tiga yang baru, menghendaki supaya tetap dijadikan satu dengan temannya yang dulu sama-sama duduk di bangku kelas dua.

Seperti yang dilansir Radar Pekaongan, hingga kemarin, upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah belum membuahkan hasil. Menurut Waka Kurikulum, Sirodj Tamini yang didampingi oleh tiga guru lainnya, mengatakan, sebenarnya tidak ada persoalan yang krusial. Apalagi sewaktu dikumpulkan dan dipertemukan dengan Kasek, Anni Prabandani, siswa sudah bisa menerima kebijakan tersebut.

Ditambahkan, dalam satu-tiga hari mendatang, kemungkinan proses belajar- mengajar siswa akan bisa normal kembali, seperti sediakala. Maksimal, pada Selasa (21/7) mendatang. Sebab hari Seninnya, merupakan hari libur nasional.

Namun, pernyataan tersebut disanggah oleh salah seorang siswa IPS. Pertemuan dengan Kasek, bukan untuk mencari solusi terbaik, melainkan Kasek memaksakan kehendaknya, sehingga siswa tidak ada yang berani, memilih diam. Diam bukan berarti setuju. [hta]


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat