HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
Pengacara Lexie Bawa Rombongan Praja ke Pengadilan
Rabu, 11 Juli 2007, 02:04:59 WIB

Rakyat Merdeka. Kasus kematian Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Cliff Muntu semakin memanjang saja. Pasalnya, Selasa (10/7), Kuasa Hukum dari Lexie M Giroth, Yopi Gunawan telah membawa 20 Praja IPDN ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Bandung untuk meminta permohonan penangguhan penahanan terhadap Lexie.

Pihak Kuasa Hukum akan mendaftarkan surat kuasa Untuk sidang yang akan digelar pada Rabu (11/7). selain itu, pihaknya juga akan mengajukan penangguhan penahanan atas Lexie M Giroth. "Penagguhan ini diajukan oleh Penasehat hukum kemudian dari Rektor IPDN Johanis Kaloh," uar Yopi Gunawan.

Dasar penangguhan ini merupakan dalam rangka ujian komprehensif dan laporan akhir wacana IPDN angkatan ke 15 tahun ajaran 2006-2007 dan selesainya ujian akhir semester bagi Muna Midya Praja IPDN serta proses pembibingan usulan penelitian dan tesis bagi mahasiswa S2.

Menurut Rektor IPDN yang disampaikan oleh kuasa hukum lexie mengatakan, bahwa Prof Dr Lexie M Giroth sebagai dosen dan pembimbing mahasiswa mempunyai kewajiban untuk melaksanakan tugas demi kelancaran penandatanganan laporan akhir, pemberian hasil Ujian Akhir Semester dan pemberian nilai terhadap Praja kemudian mengingat semakin dekatnya wisuda oleh Mendagri dan pengukuhan Presiden RI SBY, dijadwaljan minggu pertama Agustus 2007, hal tersebut agar bisa menjadi pertimbangan Majelis Hakim untuk menangguhkan penahanan Lexie.

Namun, pernyataan berbeda keluar dari Johanis Kaloh, saat dihubungi wartawan, dirinya tidak mengetahui sama sekali kedatangan para praja itu ke Pengadilan tersebut.

"Oh enggak tahu yah, tidak ada laporan ada praja yang ijin untuk ke pengadilan negeri," jelasnya. "Mungkin nanti saya cek terlebih dahulu kebenarannya," tambahnya.

Setelah itu, Johanis pun lalu memutuskan telepon selulernya. Sekitar sepuluh menit kemudian, wartawan lalu mengubunginnya kembali. "Oh iya, ternyata mereka ke sana untuk memohon penangguhan pa Lexie," jelas Johanis.

Tetapi puluhan praja itu, sebenarnya tidak mendapatkan ijin dari Rektornya. "Katanya mereka hanya ijin untuk studi banding masalah hukum di pengadilan negeri, tapi untuk ijin penangguhan saya tidak tahu itu," terangnya. Lalu Johanis berjanji akan menyelidiki masalah yang terjadi kemarin itu.

20 Praja yang merupakan anak bimbingan dari terdakwa Lexie M Giroth mendatangi LP Kebonwaru sekitar pukul 13.05. Mereka bermaksud bimbingan dan meminta tandatangan unutu ACC skripsi mereka.

Hampir semua praja itu membawa map berisi lembaran-lembaran bahan skripsi untuk dipelajari Lexie. Tidak hanya praja IPDN, mahasiswa S2 jebolan IPDN yang dibimbing Lexie juga tampak berada diantara rombongan.

Hampir sekitar satu jam, para praja itu berada didalam. Bahkan sayang moment bimbingan itu tidak bisa diliput wartawan. Pihak Kebonwaru tidak memperbolehkan masuk juru foto maupun wartawan.

"Maaf mas tidak boleh masuk, hanya sampai gerbang luar saja," jelas salah seorang penjaga Lapas itu.

Beberapa praja sekitar pukul 13.55 keluar bergantian dan dilanjutkan oleh bimbingan mahasiswa S2 yang dibimbing Lexie. Salah seorang perwakilan praja Wasana Praja Rio Valentino Karamoy asal Sulut mengungkapkan maksud kedatangan mereka.

"Saya dan teman-teman hanya bimbingan dan minta tandatangan ACC dari beliau (Lexie M Giroth)," terangnya.

Mereka berharap sekali untuk segera mungkin ditangguhkan penahananya agar proses kelancaran bimbingan perbaikan laporan akhir ang menjadi syarat kelulusan.

"Kami atas nama Praja IPDN, khusnya kami yang menjadi anak bimbingan laporan akhir, kami disini hanya memberikan suara hati dari peserta didik. Bagaimanapun kami peserta didik sangat butuh bimbingan dari dosen kami." ujar salah seorang Praja IPDN yang tang ke pemgadilan Rio Valentino Karamoy.

Kedatangan Praja ke PN Bandung merupakan salah satu bentuk Apresiasi dan perhatian kepada Lexie M Giroth, "ini adalah salah satu bentuk Apresiasi kami, karena, kehadiran akan lebih berarti dibandingkan perwakilan saja," kata Rio. jpnn


Baca juga: