|
 |
|
Jumat, 05/03/10, 15:57
Depok Siapkan Dana Rp 1,2 M untuk Mobil Kir Keliling |
|
Jumat, 05/03/10, 13:36
Anggarkan Rp 1,5 M, Satpol PP Siap Tertibkan PKL dan Bangli |
|
Minggu, 14/02/10, 17:24
Gara-gara SMS Mesum yang Nyasar, Seorang PNS Pukuli Istri |
|
Minggu, 14/02/10, 16:48
Dengan Cara Haram, Cindi Biayai Cintanya yang Haram |
|
Jumat, 05/02/10, 15:54
Ini Dia Daftar Korupsi Gubernur Kalsel Versi Maksi Indonesia |
|
|
|
Semakin Padat, Ibu Kota NAD Bakal Diperluas
Minggu, 21 Januari 2007, 03:29:06 WIB
|
Rakyat Merdeka. Perluasan Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, perlu dipikirkan segera karena kondisinya kini semakin terasa sempit.
Hal itu dikatakan Penjabat Gubernur NAD Mustafa Abubakar menjawab pertanyaan wartawan, usai meresmikan penambalan nama Jalan Mr Haji Teuku Muhammad Hasan dan enam terminal terpadu yang akan dibangun di Aceh, kemarin.
"Perluasan Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi sesuatu yang urgen dibicarakan dan dipikirkan. Wacana ini perlu mendapatkan perhatian karena lima tahun ke depan Banda Aceh akan terus berkembang," ujarnya.
Mustafa menyebutkan, dua tahun terakhir ini, pasca bencana dashyat, gempa dan tsunami 26 Desember 2006, populasi kendaraan bermotor bertambah menyebabkan arus lalu lintas terus meningkat. Begitu pun tingkat kepadatan pemukiman.
Selain itu, kegiatan serta pusat perekonomian terus berkembang dan fasilitas umum lainnya terus muncul. "Kita tidak bisa bayangkan bagaimana padat dan semrautnya Kota Banda Aceh sebagai ibukota provinsi dalam lima tahun mendatang," ungkap Mustafa.
Untuk itu, dia meminta pemerintah, DPRD, dan tokoh masyarakat Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dan provinsi, segera duduk bersama memusyawarahkan wacana perluasan ibu kota Provinsi Aceh itu, sampai ke wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Sementara itu di tempat terpisah, Wakil DPRD Aceh Besar, Saifunsyah yang ditanya wartawan, mengatakan perluasan Kota Banda Aceh sampai ke Wilayah Aceh Besar tergantung pemerintah provinsi. "Untuk wacana ini, perlu duduk bersama membicarakannya," kata dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banda Aceh, Muntasir Hamid yang dikonfirmasi Rakyat Aceh menyebutkan, wilayah Banda Aceh saat ini sudah sempit dan sudah seharusnya untuk diperluas. "Untuk ini mari kita rundingkan. Perluasan ibu kota provinsi ini akan menguntungkan rakyat," katanya. sud/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|