|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung |
|
Kamis, 29/07/10, 20:39
TKW Tewas Misterius, Jenazah Terkatung-katung |
|
Kamis, 29/07/10, 19:54
Tertangkap Sewaktu Razia, Malah Minta Dinikahkan |
|
Kamis, 29/07/10, 16:29
Sambut Ramadhan, Siang Hari Satpol PP Razia PSK |
|
|
|
Di Kaltim, Hanya 7 Bandara yang Aman
Rabu, 17 Januari 2007, 03:55:33 WIBRakyat Merdeka. Menyusul maraknya musibah yang menimpa dunia penerbangan di Tanah Air, kondisi fasilitas bandar udara (Bandara) di Kaltim juga memunculkan keprihatinan. Dari 70 bandara yang ada di daerah ini, hanya 7 bandara yang tercatat memiliki sistem komunikasi, navigasi dan pemantau cuaca yang lengkap.
Selebihnya, hanya berupa bandara atau lapangan terbang perintis yang tak memiliki standar pengamanan maksimal.
Darminto, Kasubid Keselamatan Penerbangan Dinas Perhubungan Kaltim ketika dikonfirmasi menjelaskan, total bandara dan lapangan terbang yang ada di Kaltim ada 70. Dari jumlah ini, bandara yang benar-benar memiliki fasilitas lengkap hanya ada 7 bandara. Itu berarti, hanya 10 persen saja bandara yang lengkap, sisanya 90 persen boleh dibilang memprihatinkan.
Masing-masing Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Juata Tarakan, Bandara Temindung Samarinda, Bandara Kalimarau Berau, Bandara Nunukan, Bandara Tj. Harapan Bulungan, dan Bandara Long Bawan, Nunukan.
"Disebut lengkap, karena ada petugas yang stand by di bandara. Selain itu memiliki alat penunjang komunikasi, navigasi, dan stasiun meteorologi untuk memantau perkembangan cuaca setiap saat," beber Darminto.
Pantauan cuaca itu penting, karena sangat berpengaruh pada aktivitas penerbangan.
Selain 7 bandara yang dianggap lengkap, ada juga bandara yang boleh dibilang lumayan lengkap, masing-masing Bandara Datah Dawai Kutai Barat (750 x 23 meter), Bandara Long Apung (840 x 23 meter), Bandara Melak (900 x 23 meter), dan Bandara RA Bessing alinau (1.400 x 30). Keempat bandara itu memiliki petugas, alat komunikasi, serta memiliki sistem navigasi untuk transportasi udara.
"Bedanya, empat bandara ini tidak memiliki stasiun meteorologi, sehingga tidak bisa melakukan pemantauan cuaca," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya sudah mengusulkan dana untuk pengembangan bandara yang belum memiliki kelengkapan standar sebagai sebuah bandara. "Minimal alat navigasi dan komunikasi, ini penting," ujarnya. Harapannya, usulan yang sudah disampaikan bisa disetujui, sehingga secara bertahap seluruh bandara di Kaltim diharapkan memiliki kelengkapan standar. eff/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|