|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 21:05
MENUJU DEPOK-1 Pasangan Badrul Kamal Digoyang Isu Penganut Aliran Ahmadiyah |
|
Jumat, 30/07/10, 20:45
Ditemukan, Peluru dan Granat Sisa Penumpasan DI/TII |
|
Jumat, 30/07/10, 19:44
Rumah Dirampok, Berlian Melayang |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung |
|
|
|
EKOR ADAMAIR KETEMU Diduga Lepas Kontrol, AdamAir Jatuh Bebas ke Laut
Jumat, 12 Januari 2007, 05:46:10 WIBRakyat Merdeka. Pesawat Boing 737-400 milik maskapai penerbangan AdamAir yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu diduga karena lepas kontrol dan jatuh bebas ke dalam laut. Bukan karena meledak seperti yang diperkirakan sebagian kalangan selama ini.
Kapten Harsono, salah seorang pilot senior di Dirgantara Air Sevice (DAS) Makassar mengungkapkan setiap pesawat yang jatuh biasanya hanya dalam dua posisi. Yakni dalam keadaan terkontrol dan tidak terkontrol.
Menurut Harsono, pesawat yang dalam keadaan terkontrol kemudian tiba-tiba jatuh biasanya disebabkan terjadinya kerusakan mesin, seperti adanya ledakan. Sementara pesawat yang jatuh dalam keadaan tidak terkontrol biasanya disebabkan oleh faktor luar seperti gangguan cuaca. Pesawat yang mengalami gangguan cuaca seperti ini biasanya langsung jatuh bebas saja.
Begitu pun dengan pesawat AdamAir yang mengalami kecelakaan di sekitar Perairan Mamuju beberapa waktu lalu.
Menurut Harsono, secara logika, jika pesawat tersebut meledak sebelum jatuh, pecahan-pecahan badan pesawat itu pasti bertebaran ke mana-mana. Apalagi posisi pesawat pada saat itu berada di ketinggian sekitar 35 ribu kaki.
"Jadi kalau memang pesawat itu meledak pada saat jatuh tentu pecahan-pecahannya akan terpencar ke mana-mana dibawa angin. Bahkan bisa sampai ke daerah Sumbawa karena berada di sekitar posisi 35 ribu kaki," jelas Harsono saat dihubungi melalui handphone-nya, kemarin.
Karena itu, Harsono menduga, pesawat AdamAir yang mengalami kecelakaan tersebut jatuh bebas ke dalam laut. Saat tiba di laut, badan pesawat itu diperkirakan langsung tenggelam terlebih dahulu. Setelah itu baru mengambang dalam air.
Ada pun beberapa serpihan pesawat yang ditemukan di sekitar perairan Parepare, kemarin, itu hanya disebabkan oleh patahan yang muncul saat terbentur air. Badan pesawat pun diperkirakan tidak jauh dari lokasi serpihan yang ditemukan itu.
Harsono juga menuturkan, berdasarkan pengalamannya saat melintasi rute Makassar-Mamuju menjelang peristiwak kecelakaan itu kondisi cuaca memang sangat buruk. "Mulai 29 Desember-2 Januari cuaca memang sangat buruk waktu itu," tutupnya. him/jpnnBaca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|