HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
Duh, Salah Prosedur, Perwira Polisi Dimutasi
Minggu, 31 Desember 2006, 00:22:12 WIB

Rakyat Merdeka. Gara-gara menangkap pembawa emas batangan yang tak dilengkapi dokumen, Kapoltabes Pontianak, Kombes Panjang Yuswanto serta beberapa perwira di Satreskrim Poltabes Pontianak di mutasi. Lha? Kok bisa?

Panjang beserta tiga perwira lainnya, yakni Kompol Lutfi Martadian dan AKP Bowo Gede I, dan AKP Masturi, telah diperiksa oleh Propam Mabes Polri sejak dilaporkannya, emas batangan yang menjadi barang bukti berkurang.

Kapolda Kalbar Brigjen Zainal Abidin menyatakan mutasi beberapa anggota Poltabes Pontianak merupakan suatu hal yang wajar. Menurutnya, mutasi untuk perwira yang berpangkat Kombes langsung dilakukan oleh Mabes Polri, sedang untuk perwira berpangkat AKP ke bawah merupakan kewenangan Polda Kalbar.

“Saya hanya mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan mutasi. Selama ini pimpinan telah melihat seluruh anggotanya. Saya juga belum tahu kemana mutasi tersebut,” ujar Zainal yang juga mengaku tidak mengetahui alasan mutasi tersebut.

Namun Zainal mengakui berdasarkan informasi yang diterima dari tim penyidik Mabes Polri, telah terjadi kesalahan prosedur dalam penangkapan kasus emas tersebut. Kekeliruan terjadi dalam hal memeriksa dan penyelidikan yang tidak disaksikan oleh saksi-saksi. Dia mengatakan hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Penahanan pelaku kasus emas tersebut masih ditangguhkan.

Sementara itu, Panjang Yuswanto menyatakan dirinya telah menjalani pemerikasaan di Mabes Polri dua minggu lalu. “Katanya saya harus bertanggungjawab atas kasus penangkapan emas itu,” kata Panjang.

Menurutnya, dalam penangkapan emas, karena tertangkap tangan maka tidak perlu surat perintah penangkapan. Ketika itu anggotanya mendapatkan informasi adanya orang yang membawa emas tanpa dokumen dari Sintang. Kemudian informasi tersebut segera ditanggapi. Anggotanya pun berhasil menemukan pelaku. Untuk menghindari kemacetan, polisi segera melakukan penggeledahan di Gedung Juang. Setelah digeledah dan dihitung, ternyata tersangka membawa 25 emas batangan.

“Waktu diperiksa ternyata memang tidak ada dokumen. Setelah dilakukan penghitungan, pembawa emas juga menandatangani surat pernyataan mengenai jumlah emas tersebut. Namun setelah lima atau enam hari, mereka mengatakan emas yang dibawa sebanyak 35 batang,” tutur Panjang.

Kemudian pembawa emas tersebut langsung melapor ke Propam Polda Kalbar. Akhirnya seluruh anggota polisi yang melakukan penangkapan termasuk Kapoltabes, Kasat Reskrim dan Wakasat Reskrim harus menjalani pemeriksaan sehubungan dengan kasus emas tersebut. Saat disinggung mengenai keterlibatan anggota Mabes Polri dalam kasus itu, Panjang mengaku tidak mengetahui hal tersebut. uni/jpnn


Baca juga: