HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
Kamis, 29/07/10, 20:39
TKW Tewas Misterius, Jenazah Terkatung-katung
Kamis, 29/07/10, 19:54
Tertangkap Sewaktu Razia, Malah Minta Dinikahkan
Kamis, 29/07/10, 16:29
Sambut Ramadhan, Siang Hari Satpol PP Razia PSK
Pangdam Iskandar Muda: Banyak LSM yang Tak Netral
Senin, 11 Desember 2006, 05:15:32 WIB

Rakyat Merdeka. Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin AS, mengatakan ada beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berada di Aceh tidak netral dalam penyampaian informasi kepada masyarakat dalam
pelaksanaan Pilkada di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Bahkan dinilai sudah memprovokasi masyarakat.

“ Buktinya apa yang terlihat di media, disitu sudah ada tertulis siapa yang pantas memimpin Aceh ke depan dalam Pilkadasung gubernur. Inikan sebenarnya tidak boleh, dan bisa mempengaruhi masyarakat,” kata
Pangdam, kepada wartawan, di Kantor KIP Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (10/12).

Menurut Supiadin, survey tracking kandidat tersebut tidak dilengkapi analisis dan tidak dijelaskan kepada siapa-siapa saja yang mereka lakukan survey dan dimana dilakukan lokasi survey dimaksud. namun LSM tersebut hanya menampakkan persepsi masyarakat semata tanpa dilengkapi dengan data yang konkrit.

“ Ini jelas sangat berbahaya. Apalagi pengumuman survey tracking kandidat itu diumumkan pada masa tenang kampanye kandidat. Ini sangat mempengaruhi masyarakat,” ungkap Panglima Kodam IM.

Survey tracking kandidat yang disebutkan Pangdam IM adalah survey yang dikeluarkan oleh LSM Gearakan Anti Korupsi (GeRAK), BRR NAD-Nisa, e-CARD, dan Jurdil Aceh untuk pilkada Aceh yang jujur, adil dan damai, yang diterbitkan dibeberapa media cetak.

Menyangkut masalah serangan fajar yang akan terjadi dalam Pilkada nantinya, Pangdam mengatakan, tim terpadu akan turun dan mencegah serangan fajar tersebut, bahkan ungkapnya, aparat keamanan akan
melindungi masyarakat pada hari”H” tersebut untuk mencegah terjadinya intimidasi maupun teror yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

“ Bila ada pihak tertentu melakukan intimidasi, masyarakat jangan segan-segan untuk melapor kepada aparat keamanan. Petugas akan melindungi,” kata Supiadin. msi/jpnn



Baca juga:


Ada 1 komentar tentang artikel ini :

Buat Sang Jendral..
Senin, 11 Desember 2006, 11:38:04 WIB - oleh : wong loyo
Emang dari dulu ada LSM yang netral ????
LSM mah tergantung siapa yang bayar dan ngidupin mereka.

Mereka ini jauh tidak berharga daripada preman jalanan.

Mereka ini rata-rata hanya pengemis dan orang bayaran yang hanya menurut kepada tuannya. Meski itu merugikan keluarga, masyarakat dan negara.

Saya sangat setuju, untuk menghabisi manusia-manusia berkedok LSM penjual bangsa.

Jendral lebih tahu dari itu saya pikir. Bukankah begitu jendral...???

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Sekjen Kemenkumham Diperiksa Pekan Depan
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Digaji Puluhan Juta, DPR Masih Suka Bolos Sidang