|
 |
|
Jumat, 05/03/10, 15:57
Depok Siapkan Dana Rp 1,2 M untuk Mobil Kir Keliling |
|
Jumat, 05/03/10, 13:36
Anggarkan Rp 1,5 M, Satpol PP Siap Tertibkan PKL dan Bangli |
|
Minggu, 14/02/10, 17:24
Gara-gara SMS Mesum yang Nyasar, Seorang PNS Pukuli Istri |
|
Minggu, 14/02/10, 16:48
Dengan Cara Haram, Cindi Biayai Cintanya yang Haram |
|
Jumat, 05/02/10, 15:54
Ini Dia Daftar Korupsi Gubernur Kalsel Versi Maksi Indonesia |
|
|
|
HEBOH BAKSO CELENG Warga Palaran Diteror Daging Celeng
Kamis, 07 Desember 2006, 00:46:02 WIB
|
Rakyat Merdeka. Heboh penemuan bakso menggunakan bahan baku daging babi hutan atau celeng di kawasan Loa Janan Ulu dan Samarinda Seberang membuat warga resah.
Tidak kecuali dengan masyarakat yang bermukim di kawasan Palaran. Pasalnya, disinyalir peredaran bakso daging babi sudah sampai di kawasan tersebut.
Menanggapi kemungkinan tersebut, Kapolsekta Palaran AKP Sunaryo mengatakan, sejauh ini pihaknya belum melakukan penyelidikan soal isu beredarnya bakso daging babi di wilayahnya. Namun begitu, pihaknya tetap melakukan pemantauan di sejumlah pasar, terutama tempat penggilingan daging yang ada di Palaran.
"Sampai sekarang kami belum menerima adanya laporan dari warga tentang bakso daging babi. Tapi setelah adanya penangkapan dari Samarinda Seberang dan adanya isu yang mengatakan kalau ada pedagang bakso di Palaran yang juga menggunakan daging itu maka kami akan lebih mengintensifkan pemantauan di beberapa tempat penggilingan daging serta para pedagang bakso yang ada di wilayah kami," ujarnya.
Dikatakannya, apabila nanti ditemukan adanya warga yang memang sengaja membuat bakso dari daging babi dan memasarkannya di Palaran, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak tegas.
Untuk itu ia meminta peran serta masyarakat untuk memberikan informasi apabila ditemukan adanya bakso babi.
"Kami meminta agar masyarakat di Palaran tidak terpancing isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Demikian pula bagi para pedagang bakso, agar tidak membohongi konsumennya, terlebih banyak warga yang sangat meminati jenis makanan itu," kata lelaki yang dikenal akrab dengan warganya ini.
Sementara itu beberapa pedagang bakso di Palaran kepada Sapos mengaku, dengan adanya berita soal bakso daging babi itu mereka sangat dirugikan. Alasannya, tidak semua pedagang bakso menggunakan bahan baku daging babi untuk membuat bakso.
"Kami jadi merasa rugi, karena banyak yang tidak mau membeli bakso lagi. Langganan saya juga sudah berkurang, yang biasanya setiap kali jualan bakso selalu habis, sekarang malah tidak laku, padahal tidak semua pedagang bakso pakai daging itu," tutur Suyono (34) warga Bukuan Palaran, pedagang bakso keliling.
Hal yang sama dikatakan Samin (25) warga Simpang Pasir-Palaran, yang juga pedagang bakso. Ia meminta agar polisi cepat menindak tegas para pedagang bakso daging babi, agar tidak merugikan pedagang bakso lain yang tidak terlibat dalam masalah itu, apalagi ada isu bakso babi di Palaran.
"Kalau begini kami yang tidak terlibat, malah ikut terbawa-bawa. Kami mobon pada polisi cepat tangkap mereka yang pakai daging babi untuk pembuatan bakso. Kan isunya juga ada di Palaran," katanya. oen/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|