|
 |
|
Jumat, 05/03/10, 15:57
Depok Siapkan Dana Rp 1,2 M untuk Mobil Kir Keliling |
|
Jumat, 05/03/10, 13:36
Anggarkan Rp 1,5 M, Satpol PP Siap Tertibkan PKL dan Bangli |
|
Minggu, 14/02/10, 17:24
Gara-gara SMS Mesum yang Nyasar, Seorang PNS Pukuli Istri |
|
Minggu, 14/02/10, 16:48
Dengan Cara Haram, Cindi Biayai Cintanya yang Haram |
|
Jumat, 05/02/10, 15:54
Ini Dia Daftar Korupsi Gubernur Kalsel Versi Maksi Indonesia |
|
|
|
PASCA-KEDATANGAN BUSH Bush Datang, Pengusaha Angkot Rugi Rp 288 Juta
Rabu, 22 November 2006, 08:29:24 WIB
|
Rakyat Merdeka. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor Ischak AR mengatakan, saat Presiden AS George W Bush berkunjung ke Istana Bogor, pengusaha angkutan kota (angkot)mengalami kerugian yang sangat besar.
Hal itu terjadi karena tidak beroperasinya ribuan angkot dan ratusan angkutan darat lainnya.
“Saat kunjungan Bush ke Kota Bogor ini, anggota kami benar-benar merugi, karena jalur trayek banyak yang ditutup. Padahal angkutan yang ada di Kota Bogor ini hasil kredit,” ujar Ishcak kepada Radar, Selasa (21/11).
Ia mengatakan, dari 3.505 angkot yang ada di Kota Bogor, sekitar 2.400 angkot tidak beroperasi. Sebab kata dia, dari 21 trayek yang ditutup hanya 16 trayek, lima trayek diantaranya mendapat imbas langsung dari sepinya penumpang.
Menurut dia, tidak beroperasinya ke-2.400 angkot berati uang milik pemilik angkot yang hilang mencapai Rp 288 juta. Karena rata-rata setiap angkot setorannya mencapai Rp 120 ribu.
Ia mengatakan, kendati pihaknya meminta kompensasi pada walikota terkait penutupan jalur, Walikota Bogor menolak usulan tersebut. Sebab, kata dia, hal itu merupakan kebijakan pemerintah pusat.
“Kalau sudah seperti ini, anggota kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” ujarnya.
Selain itu, untuk mengamankan anggotanya yang tidak mengoperasikan angkotnya, pihaknya telah menerjunkan beberapa pengurus KKSU dan satgas yang berjumlah 70 orang.
“Sebab kami khawatir, saat kujungan Bush terjadi kerusuhan yang merugikan para pemilik dan sopir angkot,” ujarnya. hit/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|