|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung |
|
Kamis, 29/07/10, 20:39
TKW Tewas Misterius, Jenazah Terkatung-katung |
|
Kamis, 29/07/10, 19:54
Tertangkap Sewaktu Razia, Malah Minta Dinikahkan |
|
Kamis, 29/07/10, 16:29
Sambut Ramadhan, Siang Hari Satpol PP Razia PSK |
|
|
|
Pokos-pokos Minahasa Lawan Ki Gendeng Pamungkas
Selasa, 21 November 2006, 05:56:59 WIBRakyat Merdeka. Ancaman paranormal Ki Gendeng Pamungkas yang menyantet Presiden Amerika, George W.Bush dengan cara di voodoo yaitu ritual mistik yang berasal dari negara Afrika yang dipelajarinya sejak tahun 1982 ternyata ditantang para paranormal lainnya yang pro kedatangan Bush. Sejumlah ritual dilakukan.
Di Manado, organisasi kemasyarakatan Brigade Manguni pun yang disebut-sebut sebagai penjaga Toar-Lumimuut melakukan ritual tolak bala (menolak bencana atas negara ini) dan menangkal santet Ki Gendeng Pamungkas atas Bush dengan pokos-pokos (santet) Minahasa.
Hujan deras yang mengguyur tanah Toar-Lumimuut tidak mengendorkan rencana Tonaas Wangko, Dicky Maengkom dan tonaas-tonaas lainnya untuk melakukan ritual di Waruga desa Sawangan Minahasa Utara Senin (20/11). Sebelumnya, mereka melakukan pertemuan dan ritual lainnya di Batu Pinabetengan.
”Di sini (Waruga) kami akan sungkeman sebagai penghormatan kepada dotu-dotu,”kata Maengkom.
Tepat jam 16.30 WITA bersamaan dengan kedatangan Bush dan rombongan, ritual di taman wisata Waruga di mulai. Dua orang tonaas masing-masing tonaas Supit dan tonaas Rambi dengan pakaian adat berwarna hitam bergambar burung Manguni bertuliskan Makasiow dan I Yayat U Santi slogan Minahasa memasuki halaman Waruga.
Tepat di waruga Dotu Kalalo, ritual pun dimulai. Dicky Maengkom sebagai Tonaas Wangko mulai membakar menyan dengan mulut komat-kamit membacakan doa diikuti Tonaas Supit dan Rambi.
Di atas Waruga, ada sesajen seperti minuman khas orang Minahasa yaitu cap tikus dan dua buah rokok yang dipasang Tonaas Supit dan Rambi. Kurang lebih 5 menit membacakan doa, Tonaas Supit dan Rambi mengelilingi Waruga milik Dotu Kalalo masing-masing sebanyak tiga kali. Setelah itu terdengar suara Tonaas Rambi.
“Opo-opo jaga torang samua di Sulut deng Indonesia. Tolak Ki Gendeng Pamungkas. I Yayat U Santi,”teriaknya. Tiba-tiba suasana sekitar Waruga tempat dilakukan ritual cerah.
Usai memanjatkan doa, Dicky Maengkom sebagai pemimpin ritual mengetok-ngetok waruga sebanyak delapan kali ketukan.
”Ritual ini kami lakukan untuk menolak hal-hal buruk di Sulut khususnya dan Indonesia pada umumnya. Selain itu agar kunjungan Presiden Amerika di daerah ini berjalan lancar,”kata Maengkom yang yakin, Bush tidak akan terkena santet Ke Gendeng Pamungkas. */jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|