HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 21:05
MENUJU DEPOK-1
Pasangan Badrul Kamal Digoyang Isu Penganut Aliran Ahmadiyah
Jumat, 30/07/10, 20:45
Ditemukan, Peluru dan Granat Sisa Penumpasan DI/TII
Jumat, 30/07/10, 19:44
Rumah Dirampok, Berlian Melayang
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
Didin: Dialog dengan Bush Tak Ada Manfaat
Senin, 20 November 2006, 01:28:08 WIB

Rakyat Merdeka. Salah satu agenda kedatangan Presiden Amerika Serikat ke Istana Bogor hari ini adalah berdialog dengan tokoh Islam, yang diwakili oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat. Cendekiawan Muslim Bogor KH Didin Hafidhuddin menegaskan, bahwa sebetulnya dialog antara Bush dengan tokoh Islam tidak ada manfaatnya.

“Karena itulah, tidak ada harapan yang bisa saya ungkapkan berkaitan dengan kedatangan Bush ke Bogor terutama hal yang menyangkut umat Islam,” ungkapnya, yang dihubungi Radar via telpon, malam tadi.

Menurutnya, kedatangan Bush kali ini akan sama dengan kedatangannya saat ke Bali. “Dia juga pernah ke Bali, kenyataanya tetap saja dia dengan paradigmanya. Sehingga justifikasi tokoh agama yakni umat Islam terhadap Bush memang seperti itu adanya,” urainya.

Kendati begitu ia berharap, Bush tidak memakai standar ganda seperti ketika berhadapan dengan umat islam. Bush kelihatan bengis tapi sebaliknya terhadap Israel, Bush benar-benar membela habis-habisan.

Padahal, sudah jelas-jelas Israel itu telah melanggar hak-hak azasi manusia di beberapa negara. “Kenapa tidak ada harapan, karena sebelumnyapun tokoh-tokoh Islam yang diajak berdialog banyak yang menolak kecuali Komarudin Hidayat. Saya juga khawatir, diapun tidak akan mampu membawa harapan untuk umat Islam dengan waktu yang terbatas,” papar Didin.

Berkaitan dengan aksi yang akan dilakukan ormas-ormas Islam Bogor, Didin mengatakan, hal itu tidak apa-apa sebagai wujud dinamika demokrasi.

“Tapi, diharapkan para pendemo bisa beraksi dengan baik dan terkendali tidak meresahkan. Jangan sampai, aksi ini dimanfaatkan orang lain untuk mengadudomba umat Islam dengan penjaga keamanan ,” pungkasnya. pia/jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat