HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 21:05
MENUJU DEPOK-1
Pasangan Badrul Kamal Digoyang Isu Penganut Aliran Ahmadiyah
Jumat, 30/07/10, 20:45
Ditemukan, Peluru dan Granat Sisa Penumpasan DI/TII
Jumat, 30/07/10, 19:44
Rumah Dirampok, Berlian Melayang
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
Jumlah Penderita Gizi Buruk di Lebak Bertambah
Kamis, 28 September 2006, 01:50:18 WIB

Rakyat Merdeka. Jumlah penderita gizi buruk di Lebak diperkirakan terus meningkat. Indikasinya, tampak dari jumlah pasien gizi buruk yang terus datang silih berganti dirawat di RSUD Dr Adjidarmo Rangkasbitung.

Saat ini saja, sedikitnya ada dua pasien gizi buruk yang dirawat di ruang Markisa. Mereka adalah Agus Muhendra (4), warga Kampung Buek, Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, dan Zakaria (8), warga Jawilan, Serang.

Berdasarkan data dari RSUD Dr Adjidarmo hingga Rabu (27/9), jumlah penderita gizi buruk yang dirawat di rumah sakit ini sebanyak 221 orang. Tujuh penderita dirujuk ke RSAB Harapan dan 7 penderita lainnya dirujuk ke RSUD Serang. Sementara satu penderita dirujuk ke RSCM karena kondisinya sangat parah akibat penyakit penyerta yang dideritanya. Sedangkan penderita gizi buruk yang meninggal dunia sebanyak 24 orang dan 180 pasien dapat disembuhkan.

"Ruang perawatan khusus untuk pasien gizi buruk memang belum pernah kosong. Namun Alhamdulillah dalam sepekan ini jumlah penderita yang dirawat menurun. Sekarang hanya dua pasien yang masih dirawat," ujar Rostarina, Kabag Humas RSUD Dr Adjidarmo, Rabu (28/9).

Kedua pasien gizi buruk itu, katanya, tengah menjalani perawatan intensif. Selain mengontrol kondisi kesehatannya, juga diawasi kenaikan berat badan pasien. "Keduanya masih harus menjalani perawatan yang cukup intensif, terutama untuk menambah berat badan serta terus memantau kesehatannya yang rentan terjangkit penyakit," katanya.

Terkait banyaknya pasien gizi buruk yang meninggal dunia, Rostiana menyatakan, kondisi itu bukan akibat pelayanan yang kurang profesional di RSUD Adjidarmo, tetapi karena penyakit penyerta yang diderita pasien dan kelambatan pengobatan sebelumnya. "Sebagian besar karena keterlambatan keluarga melapor atau mengobati pasien," kilahnya seraya menyebutkan rata-rata pasietn berasal dari keluarga miskin (gakin).

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (Dinkes dan Kesos) Lebak Maman Sukirman mengaku telah melakukan beberapa langkah antisipatif. Salah satunya, menginstruksikan pada seluruh puskesmas di Lebak agar terus memberikan penyuluhan kepada orangtua balita mengenai cara menjaga keseimbangan gizi anak. asa/jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat