HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 05/03/10, 15:57
Depok Siapkan Dana Rp 1,2 M untuk Mobil Kir Keliling
Jumat, 05/03/10, 13:36
Anggarkan Rp 1,5 M, Satpol PP Siap Tertibkan PKL dan Bangli
Minggu, 14/02/10, 17:24
Gara-gara SMS Mesum yang Nyasar, Seorang PNS Pukuli Istri
Minggu, 14/02/10, 16:48
Dengan Cara Haram, Cindi Biayai Cintanya yang Haram
Jumat, 05/02/10, 15:54
Ini Dia Daftar Korupsi Gubernur Kalsel Versi Maksi Indonesia
Suhu Udara Meningkat, Mura Status Siaga Tiga
Kamis, 28 September 2006, 00:47:15 WIB

Rakyat Merdeka. Walaupun titik api atau hot spot di Kabupaten Musi Rawas (Mura) kini terus mengalami penurunan bahkan mencapai titik nol dari ke seluruhan 405 titik bukan berarti ancaman kebakaran hutan sepenuhnya selesai. Sebab pada kenyataannya sejauh ini curah hujan masih cukup rendah bahkan saat ini ada trend kenaikan suhu yang bisa menyebabkan kebakaran hutan.

Untuk itulah Dinas Kehutanan (Dinhut) Kabupaten Mura menerapkan status siaga tiga menyikapi ancaman kebakaran hutan. Hal ini ditegaskan Kepala Dishut Mura, Achmad Murtin saat dikonfirmasi Linggau Pos, Rabu (27/9).

"Untuk saat ini memang kita tetap siaga terhadap ancaman kebakaran hutan khususnya di wilayah Mura. Makanya untuk saat ini Mura sendiri masih tetap siaga tiga," jelas Murtin.

Ditambahkan bekas Kabag Hukum itu sebelumnya Mura sendiri masuk dalam kategori status siaga dua. "Konkretnya status siaga dua diterakan saat ditemukan 405 titik api dan ada instruksi untuk memadamkannya oleh presiden. Sedangkan untuk saat ini karena memang tidak ada lagi ditemukan titik api statusnya siaga tiga," jelasnya.

Dalam status siaga tiga ini sendiri pada dasarnya hampir sama dengan status sebelumnya. Di mana pihaknya terus melakukan upaya pemantauan secara langsung terhadap daerah-daerah yang rawan kebakaran. Terlebih lagi saat ini di mana suhu udara terus naik hingga mencapai 30 hingga 35 derajat celcius seiring dengan rendahnya curah hujan ditambah pula dengan meningkatnya aktivitas Gunung Dempo Pagaralam, Murtin mengungkapkan tentu bisa saja mengakibatkan terjadinya lagi kebakaran lahan dan hutan dengan faktor yang beragam.

Bisa karena akibat adanya pembukaan lahan dengan pembakaran atau faktor lainnya. Untuk itulah para petugas di jajaran Dishut tetap disiagakan jika nantinya ternyata terjadi tanda kebakaran lahan dan hutan di Mura. "Terlebih lagi sejauh ini memang masih ada pembakaran lahan ataupun titik api namun masih dalam skala kecil dan bisa terkendali," jelasnya.

Lebih dari itu Poskos Penanggulangan Kebakaran Hutan (Gulkarhut) Pemkab Mura yang berada di Kantor Dishut tidak pernah tutup. Maksudnya petugas selama 24 jam selalu siaga di Posko.

"Tujuan jika memang ada laporan atau informasi dari Pemerintah Provinsi yang menyebutkan ada titik api di Mura yang tertangkap satelit NOAA petugas kita langsung akan turun ke lapangan untuk mengecek dan menerapkan langkah penanggulangan," jelasnya.

Sebab Posko tersebut menurutnya On-line atau tersambung langsung dengan Posko yang ada di provinsi yang selalu memantau titik api yang ada di Mura. "Selain itu juga petugas di Posko kita setiap hari selalu menyampaikan laporan ke provinsi mengenai perkembangan titik api yang ada. Apakah sudah berhasil di tangani atau malah sebaliknya. Dengan demikian kita bisa benar-benar mengendalikan setiap kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Mura," katanya. jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Koalisi Suku Bunga dan Rendahnya Permintaan Kredit
Mabes Polri Belum Sidik Kasus Politisi Misbakhun
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Teroris Sukses Diberantas, Penegakan Hukum Kandas