|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 21:05
MENUJU DEPOK-1 Pasangan Badrul Kamal Digoyang Isu Penganut Aliran Ahmadiyah |
|
Jumat, 30/07/10, 20:45
Ditemukan, Peluru dan Granat Sisa Penumpasan DI/TII |
|
Jumat, 30/07/10, 19:44
Rumah Dirampok, Berlian Melayang |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung |
|
|
|
Data Rumah Rusak Membengkak
Senin, 31 Juli 2006, 04:08:19 WIBRakyat Merdeka. Pendataan rumah warga yang rusak akibat banjir, untuk tahap II dana stimulan susulan, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
Berdasarkan hasil pendataan tim verifikasi, jumlah rumah rusak tahap susulan mencapai 1.791 atau mengalami peningkatan sebesar 107,89 persen dari jumlah sebelumnya yaitu sebanyak 1660 rumah. Hal ini terungkap dalam dialog 'Kopi Lolango' yang bertempat di taman Tatudi (belakang kantor Walikota Gorontalo), Jumat (28/7).
Sekretaris Kota Gorontalo A.W.Thalib yang didampingi Asissten II Sekretariat Kota Gorontalo Tommy Yahya mengungkapkan, dari jumlah tersebut kemungkinan besar dipastikan tidak terdapat lagi pembengkakan. Selanjutnya data rumah rusak itu akan diverifikasi lagi kemudian dilakukan uji publik.
Dimana nama-nama calon penerima akan ditempelkan di masing-masing kelurahan. Hal ini dimaksudkan apabila ada komplain masyarakat terhadap penerima maka akan dapat segera ditelusuri.
Sementara itu Tommy menambahkan, apabila dalam tahapan uji publik muncul komplain dari masyarakat maka data rumah rusak masih bisa dirubah. Namun apabila sudah di SK-kan maka tidak ada lagi perubahan. "Uji publik akan dilakukan selama 2 hingga 3 hari.
Selanjutnya data penerima dana stimulan tahap susulan ini akan di SK-kan oleh Walikota Gorontalo. Sehingga diharapkan masyarakat bisa mengecek langsung ke kelurahan setempat," ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Lurah Tenda Ishak Puluhulawa mempertanyakan keberadaan rumah rusak di lingkungan asrama polisi Gorontalo. Pasalnya, di lokasi tersebut terdapat dua buah rumah yang rusak berat akibat dilanda banjir.
Secara terpisah Aristo Muhammad salah seorang warga Lingkungan Kelurahan Bugis Kota Timur Kota Gorontalo mempertanyakan perbaikan tanggul di pinggiran sungai yang roboh. Sebab, keberadaan tanggul sangat bermanfaat bagi masyarakat, seperti mencegah terjadinya abrasi arus sungai dan mencengah masuknya aliran sungai ke pemukiman warga.
Menanggapi hal tersebut, Tommy menjelaskan, untuk rumah rusak di lingkungan asrama polisi Gorontalo akan ditindaklanjuti. Dimana tim verifikasi akan diturunkan untuk meninjau lokasi tersebut.
Mengenai perbaikan tanggul yang roboh akan diupayakan sesegera mungkin. "Dari bantuan Rp 3,5 miliar diarahkan untuk perbaikan jalan dan tanggul. Hasil perhitungan tim teknis untuk perbaikan jalan dan tanggul ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 15 miliar.
Karena keterbatasan anggaran maka perbaikan dilakukan secara bertahap," ungkapnya.
Thalib dan Tommy menegaskan kembali, pemberian dana stimulan ini dikhususkan untuk perbaikan fisik rumah.
"Sementara untuk kerusakan lain seperti barang-barang elektronik ataupun sejenisnya, tidak masuk dalam dana stimulan," tegas A.W.Thalib. gp-71/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|