HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 21:05
MENUJU DEPOK-1
Pasangan Badrul Kamal Digoyang Isu Penganut Aliran Ahmadiyah
Jumat, 30/07/10, 20:45
Ditemukan, Peluru dan Granat Sisa Penumpasan DI/TII
Jumat, 30/07/10, 19:44
Rumah Dirampok, Berlian Melayang
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
Bulan Agustus, Bengkulu Kekeringan
Senin, 31 Juli 2006, 03:36:30 WIB

Rakyat Merdeka. Warga Kota Bengkulu diimbau untuk mempersiapkan diri. Sebab, Agustus mendatang, Stasiun Klimatologi Pulau Baai memperkirakan bakal terjadi kekeringan. Kekeringan ini hanya akan terjadi bulan Agustus saja. Sementara September 2006 hujan kemungkinan hujan mulai turun.

Hal ini diungkap Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Pulau Baai, Suan Amri ketika ditemui Radar Bengkulu di ruang kerjanya Minggu (30/7).

Apa sebabnya? Ternyata frekuensi curah hujan di Kota Bengkulu dan sekitarnya mengalami penurunan di bawah normal, yakni berkisar antara 100-200 mm. Akibatnya sumur-sumur di dalam kota bisa saja kering. Apalagi pada musim pancaroba yang terjadi dua bulan terakhir.

"Kita menghimbau agar warga kota dan sekitarnya mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan selama satu bulan ke depan. Meski kita bakal mengalami kekeringan, tapi tidak sampai terjadi kemarau panjang yang hebat. Soalnya kalau kita lihat dari kalender musim, saat ini kita sudah memasuki musim penghujan. Artinya walaupun mengalami kekeringan, hujan tetap akan turun tapi tidak merata," ujar Amri.

Lebih jauh, Amri menyatakan, tidak meratanya curah hujan yang terjadi di dalam kota saat ini diakibatkan oleh pengaruh lokal. Seperti cuaca, angin, suhu udara, dan kelembaban yang tidak merata. Selain itu, juga karena suhu permukaan laut yang masih dingin. Artinya perbedaan tekanan udara antara Samudra Hindia dan Pasifik. Bila dingin menunjukkan akan terjadi kekeringan, tetapi bila panas akan terjadi musim hujan.

Dari data yang diperoleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Klimatologi Pulau Baai, elnino (nama kemarau) masih menunjukkan keadaan netral.

"Elnino di dapat dari BMG pusat dalam keadaan negatif, jadi masyarakat tidak perlu cemas," demikian Suan Amri. mg2/jpnn



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat