|
 |
|
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun |
|
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung |
|
Kamis, 29/07/10, 20:39
TKW Tewas Misterius, Jenazah Terkatung-katung |
|
Kamis, 29/07/10, 19:54
Tertangkap Sewaktu Razia, Malah Minta Dinikahkan |
|
Kamis, 29/07/10, 16:29
Sambut Ramadhan, Siang Hari Satpol PP Razia PSK |
|
|
|
Lagi, Polisi Main Tembak
Senin, 31 Juli 2006, 03:14:48 WIBRakyat Merdeka. Kasus Bripka Peter Sundaya, anggota Polres Lebak yang menembak satpam di Diskotik Medika, Jakarta Barat, belum usai. Kembali oknum polisi jajaran Polda Banten, Briptu HH berulah main tembak. Polisi berusia 23 tahun itu, melepaskan tembakan peringatan terhadap sopir truk di jalan Raya Serang-Pandeglang, tepatnya di Kampung Nyatu, Desa Sukaindah, Kecamatan Baros, Serang, Jum'at (28/7) sekitar pukul 22.00 WIB.
Entah bagaimana, peluru itu bisa nyasar mengenai kaki kakan Omedi Mulyadi (25), warga Kadu Tanjak, Pandeglang, yang sedang berdiri di dekat warung di pinggir jalan itu. Korban terpaksa dilarikan ke RSU Serang, karena peluru itu bersarang. Briptu HH anggota Polda Banten, telah ditahan dan kini sedang diperiksa di satuan Propam Polda Banten.
Kabid Propam AKBP Dwi Gunawan kepada Radar Banten, menegaskan, Polda Banten tidak akan menutup-nutupi anggotanya yang berbuat tidak sesuai prosedur. "Oknum tersebut sudah kita tahan dan saat ini sedang diperiksa," tegasnya kepada Radar Banten via telepon seluler. Sempat beredar kabar, Briptu HH adalah salah seorang ajudan Wakapolda Banten, Kombes Pudji Hartanto.
Namun, Dwi Gunawan membantahnya. "Bukan ajudan. Polisi biasa," kilahnya. Sementara itu Kapolres Serang AKBP Yazid Fanani juga menegaskan, Briptu HH bukan ajudan Waka Polda. Ia menjelaskan, oknum polisi tersebut semula mengejar truk yang melakukan tabrak lari.
Briptu HH yang mengendarai Suzuki Carry, melepaskan tembakan peringatan. Namun, sopir truk terus melaju, tak menggubris tembakan itu. Polisi tersebut kembali melepaskan tembakan. Tembakan yang kedua inilah yang mengenai kaki Omedi Mulyadi.
"Sementara ini, pengakuannya seperti itu. Namun, bisa berkembang berdasarkan penyelidikan di lapangan. Sopir truk tersebut tidak berhasil kita temukan," jelas Kapolres Serang. Yazid Fanani juga belum mengetahui, siapa yang menjadi korban tabrak lari, seperti pengakuan Briptu HH.
Informasi yang diperoleh, Briptu HH naik pitam gara-gara tidak diberi jalan oleh truk itu, ketika akan menyalipnya. Kesal, ia mencabut pistol dan melepaskan tembakan. Kapolres Serang menambahkan, tindak main tembak itu tida dibenarkan.
"Polisi tidak boleh main tembak seperti itu. Ada prosedurnya, bagaimana seorang polisi boleh menggunakan senjatanya," lanjutnya seraya mengatakan akan menanggung semua biaya perawatan Omedi sampai sembuh. rud/jpnn
Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|