HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
Cek Penggunaan BOS, Diknas Turun ke Sekolah
Jumat, 28 Juli 2006, 03:35:10 WIB

Rakyat Merdeka. Sekolah penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diminta segera menyelesaikan laporan penggunaan dana BOS. Untuk memastikan penggunaan dana, Tim Monitoring dana BOS akan memantau langsung ke sekolah memeriksa penggunaan dana.

Kabag Perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Sarmasih mengatakan, pencairan dana BOS untuk periode bulan Januari- Juni sudah dilakukan melalui PT Pos. Dan hampir seluruh sekolah telah mengambil dana yang diperuntukkan operasional sekolah.

"Sekolah tak hanya menggunakan dana BOS, tapi juga harus membuat laporan. Rencana kita tim monitoring, yang terdiri dari Dinas Pendidikan Babel, kabupaten/kota dan pusat dalam bulan Agustus ini akan turun mengecek dan memeriksa hasil laporan penggunaan dana oleh sekolah," ungkapnya.

Sarmasih menolak kepastian pengecekan yang dilakukan pihaknya. Dengan alasan, dikhawatirkan ada sekolah yang membuat laporan tak sesuai.

"Yang penting di bulan Agustus ini. Sekolah yang akan diperiksa, dan itu hanya beberapa sekolah yang penggunaan dana dilaporkan baik, dan sekolah yang laporannya kurang begitu baik. Sedangkan untuk pemeriksaan keseluruhan, dilakukan kabupaten/kota," ucapnya.

Pada pemeriksaan nanti, pihaknya akan meminta data siswa dari sekolah penerima dana BOS. Selain itu, data secara keseluruhan penerima BOS di kabupaten/kota. Data ini diperuntukkan untuk penerimaan BOS periode Juli - Desember.

"Paling lambat tanggal 10 Agustus tahun 2006 kabupaten/kota harus sudah menyiapkan alias mengirimkan data siswa,"katanya

Sedangkan pencairan dana BOS periode ajaran baru akan dilakukan 12 Juli 2006 melalui PT Pos. dana ini untuk periode Juli- Agutus dan September. Ini bertujuan, agar sekolah tidak memungut biaya pendaftran bagi siswa baru.

"Pencairan dana itu kita masih menggunakan data yang lama, yaitu periode Januari-Juni. Karena kita menggunakan data yang kita gunakan data lama, dan akan direvisi. Sedangkan dana untuk periode tahun ajaran baru ini sudah tersedia Rp 24,7 Milyar," paparnya qun/ jpnn


Baca juga: