HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
719 Pulau di NTT Tanpa Nama
Minggu, 21 Mei 2006, 04:01:38 WIB

Rakyat Merdeka. Sampai akhir tahun 2006 ini, semua pulau kecil terluar di NTT yang belum bernama sudah harus diberi nama. Para bupati diberi kewenangan seluas-luasnya untuk menamai pulau-pulau terluar yang belum diberi nama.

Hal ini ditegaskan Gubernur NTT, Piet Tallo ketika memimpin rapat evaluasi kinerja bersama para kepala dinas/badan/biro di ruang kerjanya seperti disampaikan Kaban Infokom NTT, Umbu Saga Anakaka kepada Koran ini usai mengikuti rapat, Sabtu, (20/5).

"Pak gubernur juga minta semua penamaan pulau-pulau kecil terluar.
di seluruh NTT, jelas dia, baru 473 pulau yang diberi nama sementara masih ada 719 pulau yang belum diberi nama sehingga jumlah pulau di NTT yang sudah harus bernama berjumlah 1192 pulau.

Karena itu, jelas Umbu Saga, Gubernur NTT Piet Tallo meminta supaya segera digelar rapat kerja bersama seluruh bupati/walikota di NTT untuk membahas masalah ini. "Rapat kerja ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang," kata Umbu Saga.

Para bupati jelas Umbu Saga diberi kewenangan untuk memberi nama pulau-pulau yang belum bernama di wilayahnya sesuai dengan ciri daerah masing-masing.

Selama ini jelas Umbu Saga ada beberapa pulau terluar di NTT yang memiliki potensi konflik diantaranya Pulau Batek, Selura, Menggudu, Dana, dan Ndana. Namun ada beberapa pulau sudah ditempatkan anggota TNI dari Korem 161/WS untuk menjaga pulau-pulau terluar ini seperti di Pulau Batek, Ndana dan Menggudu.

Gubernur Piet Tallo pada kesempatan tersebut jelas Umbu Saga memberi contoh jika ada pulau yang ditemukan dan dihuni serta diberi nama maka akan menjadi milik PBB. Karena itulah, samai akhir 2006 ini semua pulau terluar sudah harus diberi nama. vit/jpnn


Baca juga: