HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
POM Gabungan Razia Stiker TNI
Rabu, 10 Mei 2006, 05:03:16 WIB

Rakyat Merdeka. Polisi Militer (POM) dari tiga angkatan, masing-masing TNI AD, TNI AU dan TNI AL, menggelar razia, Selasa siang (9/5) di Jalan Raya Parujakan. Sasarannya, selain anggota masing-masing TNI yang berkeliaran saat jam dinas, juga razia atas stiker dan beragam logo atau aksesoris TNI yang biasa dipasang baik di motor maupun mobil.

Pantauan Radar hingga usai razia, tak ditemukan adanya anggota TNI yang berkeliaran saat jam dinas. Sementara itu, ratusan kendaraan yang melewati Jalan Raya Parujakan, disisir tanpa kecuali. Yang terdapat stiker dan beragam logo dan aksesoris TNI, langsung dihadang. Semua pengendara kemudian diminta untuk melepas stiker atau logo yang ada di masing-masing kendaraan.

Jika stiker langsung dibuang (setelah disobek, red), sedangkan aksesoris TNI lainnya seperti tanda pangkat yang biasa digantung di depan mobil, serta pakaian mini TNI, diamankan sebagai barang bukti. Saat razia, diketahui jika kebanyakan kendaraan yang memasang stiker dan logo TNI, justru milik masyarakat sipil. Tak terkecuali di mobil-mobil angkot.

Tulisannya beragam. Misalnya, Keluarga Besar TNI AD atau AL atau AU, POMAL, POMAD, POMAU, Kopassus, Korps Marinir dan lainnya. "Saya bukan orang TNI. Stiker dan tanda pangkat ini saya dapat dari teman Pak," ujar salah seorang pengendara mobil saat dirazia. Di beberapa mobil boks, juga ditemukan banyak yang menempelkan stiker atau gantungan berlogo TNI.

Dari lokasi razia, Kapt CPM Pardiyana, selaku Perwira Seksi Pemeliharaan dan Ketertiban (Pasi Hartib) Denpom III/3 Cirebon menjelaskan, razia gabungan ini dilakukan dua kali dalam seminggu dengan lokasi yang berbeda-beda. Sasaran utama, lanjut Pardiyana, sebenarnya adalah anggota TNI AD, AU dan AL yang berkeliaran saat jam kerja.

"Namun, hari ini (Selasa, red) nihil. Yang terbanyak malah stiker dan logo atau aksesoris TNI yang dipasang di motor maupun mobil. Tidak ada aturan memasang stiker atau aksesoris TNI di kendaraan pribadi. Makanya harus dilepas," tegas Pardiyana. rsd/radar


Baca juga: