HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 30/07/10, 21:05
MENUJU DEPOK-1
Pasangan Badrul Kamal Digoyang Isu Penganut Aliran Ahmadiyah
Jumat, 30/07/10, 20:45
Ditemukan, Peluru dan Granat Sisa Penumpasan DI/TII
Jumat, 30/07/10, 19:44
Rumah Dirampok, Berlian Melayang
Jumat, 30/07/10, 18:14
Tak Diakomodir Badrul Kamal, Arus Bawah Demokrat Hengkang ke Kubu Yuyun
Jumat, 30/07/10, 17:18
Kakek 62 Tahun Perkosa Gadis 12 Tahun, Diarak Keliling Kampung
Warga Lakukan Pengamanan Swakarsa
Rabu, 26 April 2006, 04:19:27 WIB

Rakyat Merdeka. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, bertepatan dengan jatuhnya ulang tahun Republik Maluku Selatan (RMS), 25 April, warga dihampir semua kawasan di Kota Ambon, melakukan pengamanan swakarsa dilingkungannya masing-masing.

Dari pantauan koran ini pada Senin (24/4) hingga Selasa subuh, terlihat seluruh warga khususnya kaum pria, melakukan pengamanan di internal lingkungannya.

Pengamanan swakarsa ini tidak hanya dilakukan diperbatasan dua komunitas, seperti di kawasan Batu Merah-Mardika, Talake-Batu Gantung dan dikawasan Ponogoro-Air Mata Cina. Pengamanan yang sama juga dilakukan warga di BTN Hative Kecil, dan Air Kuning, Kelurahan Batu Merah.

Pengamanan internal ini, sebagaimana dijelaskan salah satu ketua RT di BTN Hative Kecil kepada wartawan koran ini, yang juga mengikuti pengamana swakarsa ini, dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan melakukan provokasi dilingkungan mereka. " Pengamanan ini untuk antisipasi, dikuatrirkan ada orang luar yang menyusup dan mencoba mengibarkan bendera RMS dikawasan kami, memanfaatkan momen HUT RMS," jelasnya.

Komentar senada juga dikatakan oleh warga di Kawasan Ponogoro, yang terlihat hingga Selasa Subuh masih terus melakukan penjagaan dijalan
masuk kampung tersebut. " Pengamanan ini karena bertepatan dengan hut RMS. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh warga. Atau menghindari ulah provokator yang mencoba masuk ke kampung kami," ujar salah satu warga Ponogoro, saat wartawan koran ini melintasi jalan masuk kampung tersebut.

Pengamanan serupa juga tidak luput dilakukan oleh warga di kawasan Pohon Puleh. Mereka melakukan penjagaan di jalan masuk Pohon Puleh. Kendati di depan jembatan Pohon Puleh di Jl dr Latumeten terdapat pos penjagaan
TNI BKO dari Kodam Siliwangi Jawa Barat.

Tidak dilakukan sweeping dalam pengamanan swakarsa. Umumnya bentuk pengamanan yang dilakukan ini dengan cara bergerombol didepan pintu masuk kampung. Beberapa diantaranya menutup sebagian badan jalan masuk menuju kampung tersebut dengan kursi-kursi kayu, dan tidak sampai menggangu warga setempat lainnya yang kebetulan melintasi jalan masuk tersebut. Mereka hanya berjaga-jaga menghindari adanya pihak luar yang masuk didalam kampungnya, dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk menghilangkan rasa kantuk saat pengamanan swakarsa, terlihat sejumlah warga melewatinya dengan permainan kartu, catur atau hanya sekedar ngobrol.
Selain masyarakat yang melakukan pengamanan swakarsa dilingkungannya, aparat keamanan gabungan TNI/Polri terlihat pula melakukan patroli bersama, hingga Selasa subuh.

Pengamanan internal juga terlihat dilakukan disejumlah instansi pemerintah, dengan melibatkan personil Polri maupun Sat Pol PP, sebagaimana terlihat di kantor gubernur dan balai Kota Ambon. cr2/ambon eskdpres


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat