HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 05/03/10, 15:57
Depok Siapkan Dana Rp 1,2 M untuk Mobil Kir Keliling
Jumat, 05/03/10, 13:36
Anggarkan Rp 1,5 M, Satpol PP Siap Tertibkan PKL dan Bangli
Minggu, 14/02/10, 17:24
Gara-gara SMS Mesum yang Nyasar, Seorang PNS Pukuli Istri
Minggu, 14/02/10, 16:48
Dengan Cara Haram, Cindi Biayai Cintanya yang Haram
Jumat, 05/02/10, 15:54
Ini Dia Daftar Korupsi Gubernur Kalsel Versi Maksi Indonesia
RMS Ulang Tahun, Waileruny Bikin Pernyataan
Selasa, 25 April 2006, 03:25:08 WIB

Rakyat Merdeka. Pimpinan Judikatif Front Kedaulatan Maluku (FKM) Semmy Waileruny , yang saat ini habis masa penahanannya sedang berada di luar tahanan (rumahnya-red), nampaknya sudah gerah berurusan dengan hukum.

Pasalnya, menghadapi HUT Republik Maluku Selatan (RMS) yang jatuh hari ini, Semmy bersedia membuat pernyataan yang ditandatangani bersama Jonly Watimena, Ketua RT 01/04 di Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau Kota Ambon untuk tidak melakukan aktivitas apapun.

''Ya sudah ada pernyataan yang dibuat Pa Semmy sebelumya, saya ikut tandatangan, bahwa selama dia tidak ditahan ini, dia akan selalu berada di rumahnya,'' kata Wattimena ketika dikonfimrasi Ambon Ekspres di lorong Pulau Gangsa, Senin (24/4).

Ketua RT ini juga mengakui kalau jelang HUT RMS pihak kepolisian juga sudah melakukan pemantauan terhadap lingkungan RT-nya dan telah berkoordinasi dengan dirinya. ''Polisi sudah memerintahkan untuk menutup salah satu lorong yang juga menuju rumahnya pak Semmy, kami sudah melakukan itu. Mungkin untuk mempermudah pemantauan,'' ujarnya.

Sementara itu, sekitar pukul 12.00WIT, pantauan Ambon Ekspres di kediaman Semmy yang letaknya tidak berjauhan dari Polda Maluku itu, situasinya langgeng saja. Tidan nampak satupun aparat yang berjaga di rumah mungil berlantai dua itu.

Walieruny yang sempat keluar menyambut rombongan wartawan yang mendatangi rumahnya menolak untuk berkomentar banyak. ''Maaf, penampilan saya hanya begini, saya tidak bisa berkomentar apa-apa,'' kata Waileruny yang saat itu berdiri di depan pntu dan hanya menggunakan celana pendek dan kaos abu-abu.

Waileruny menolak berkomentar banyak karena dirinya yang saat ini sedang disidangkan di PN Ambon terkait beberapa buah Short Mesage Serfice (SMS) jelang 25 April 2005 lalu. Pembacaan tuntutannya ditunda hingga tanggal 27 April mendatang.

Ditanya apakah ada penjagaan ketat di rumahnya, Waleruny mengatakan, tidak ada.''Begini-begini saja, saya hanya tinggal dalam rumah,'' kata dia.

Pimpinan Judikatif itu juga katakan kalau dirinya juga punya moral untuk menjaga situasi keamanan di Kota Ambon ini tetap kondusif. nam/ambon ekspres


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Koalisi Suku Bunga dan Rendahnya Permintaan Kredit
Audit Korupsi BP Migas Kenapa Belum Keluar?
Raja Melayu Mana yang Kini Sebanding dengan Raja Eropah

Apa Mungkin Mega Takluk Rayuan Ketiga Taufik Kiemas