HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS
FGAM Demo Selecta Building
Sabtu, 04 Februari 2006, 01:40:19 WIB

Rakyat Merdeka. Sekitar lima puluhan kader Forum Gerakan Anti Maksiat (FGAM) Medan datangi Selecta Building di Jalan Listrik Medan, Jumat (3/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka meminta pertanggungjawaban pengelola Karoke Stroom dan Life Music Bistro yang ada di gedung tersebut karena telah mendegradasi moral generasi muda di Kota Medan.

Menurut koordinator FGAM T Azlin Mudzafarsah, berdasarkan temuan FGAM banyak kejadian kejadian yang menyalah aturan di Stroom dan Bistro seperti seringnya ruangan ruangan KTV di Stroom memutar House Music sehingga diduga dijadikan tempat untuk mengkonsumsi narkoba. Kemudian banyaknya wanita muda dengan dandanan yang seronok di lantai 3 dan 4 mencari tamu tamu untuk mendamping para pria hidung belang. Ditengarai izin operasi life music Bistro menggunakan izin diskotik M-2000 yang diduga menyalah.

Berdasarkan temuan tersebut FGAM meminta Pemko Medan menertibkan Karoke Stroom dan Life Music Bistro, dengan KTV yang ada di Karoke Stroom berubah fungsi menjadi diskotik mini. Menyediakan tempat untuk berlangsungnya perbuatan maksiat. Bahkan menjadi fasilisator dalam pengadaan wanita wanita muda untuk menemui pria selama menikmati hiburan Stroom dan Bistro. Beroperasi sampai jauh malam sehingga sering menganggu ketenangan para pasien yang ada sedang dirawat di RS Gleanegles. Mengoperasikan tempat hiburan life music tanpa izin resmi dari Pemko Medan dan instansi terkait.

Unjuk rasa yang digelar massa FGAM itu nyaris terjadi bentrok antara pihak Capital Building. Seorang petugas keamanan di berbadan tegap mencoba mengancam seorang pengunjuk rasa sehingga menancing kemarahaan massa yang berdemo. Untungnya situasi ricuh berhasil dikendalikan setelah petugas Polsekta Medan Baru tiba di lokasi.

Utusan Selecta Building, Romi aspirasi FGAM itu diterima setelah pihaknya memberikan pengarahan kepada pengunjuk rasa. Intinya, FGAM untuk menyalurkan semua tuntutan itu kepada Pemko Medan dan DPRD Medan. Jika ingin kepastiannya dapat menggelar demo Pemko Medan.

Setelah para pengunjuk rasa mendapat pengarahaan akhirnya kader FGAM berangsur angsur pergi meninggalkan lokasi dengan tertib. mag-9/sumut pos





Baca juga: