NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

BOM TABUNG GAS
JK: Jangan Salahkan Konversinya

Jumat, 30 Juli 2010, 18:50:55 WIB

Laporan: Sugeng Triono

JUSUF KALLA
Jakarta, RMOL. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan kasus tabung gas bukan melulu lantaran persoalan konversi.

"Sebetulnya persoalan yang terjadi (maraknya ledakan tabung gas) bukan karena kesalahan kebijakan konversi minyak tanah ke gas," ujar JK usai menjadi pembicara dalam acara yang diselenggarakan European Union bekerjasama dengan Crisis Management Initiative, terkait workshop upaya mediasi damai Internasional di Le Meridien Hotel, Jakarta. Jumat (30/7).

"Saya ingin menjelaskan pada anda, sebetulnya ini bukan masalah konversi. Jangan menyalahkan konversi. Konversi itu hanya yang tiga kilo kan? Sedangkan yang 12 kilo juga banyak sekali (yang meledak). Jadi ini masalah gas secara keseluruhan," ujar pria kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan tersebut.

Mantan Ketua Umum Golkar tersebut menambahkan, sebetulnya yang dibutuhkan saat ini adalah kualitas kontrol dari Pertamina dalam mengawasi lebih ketat lagi kualitas tabung yang dilemparkan ke masyarakat.

JK bahkan menjamin tidak akan terjadi lagi tragedi tabung gas andaikan pertamina juga membuat bengkel-bengkel khusus yang menangani persoalan tabung gas tersebut. [arp]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat