|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
Ada Alasan Tepat Meminta SBY Insaf Sebelum Terlambat
Jumat, 30 Juli 2010, 18:13:26 WIB
Laporan: Aldi GultomJakarta, RMOL. Seruan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono insaf dinilai sudah tepat pada waktunya.
Gurubesar Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Ibremsyah, mendukung seruan agar SBY insaf. Insaf dalam pengertian bahwa SBY harus segera menyadari posisinya sebagai pemimpin bangsa.
"Pemimpin yang terus berkeluh kesah itu sudah tidak menarik lagi. Itu namanya cengeng," kata Ibremsyah saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 30/7).
Dari keluh kesah yang berulang-ulang dari Presiden SBY, justru profesor Ibremsyah melihat pertentangan sifat yang amat tajam dalam diri SBY.
"Yang saya katakan, SBY kurang percaya diri dan tidak tegas, kurang percaya diri tapi merasa dirinya hebat. Bahkan, yang lebih parah, jarang mau dengar kritik orang, pers dan LSM dan akademisi," jelasnya.
Ibremsyah mengatakan, daripada terus balik mengkritik pers ataupun publik yang mengkritiknya, lebih baik SBY mengerjakan sisa-sisa tahun pengabdiannya selama 10 tahun dengan maksimal dengan menumbuhkan kesejahteraan rakyat.
"Kalau SBY begini terus, kita tutup buku sampai 2014, tidak ada perubahan apa-apa, malah tambah susah. ia akan jadi pemimpin yang akan meningglakan sejarah kelam dan hitam, yang berkuasa 10 tahun tanpa mengerjakan apa-apa," pungakasnya.
Seperti diketahui, Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan pada pidato peluncuran Sabang-Merauke Circle di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (29/7) meminta Presiden SBY dan jajaran elit politik negeri ini insaf.
"Pesan saya buat SBY, yang saya ikut mengantarkannya menjadi presiden dan para wakil rakyat serta elit pemerintahan, mari kita insaf. Rakyat sudah terlalu lama mengharapkan kelayakan hidup berbangsa dan bernegara. Rakyat butuh presiden yang dengarkan curhat, bukan presiden yang ingin didengarkan curhatnya," kata Syahganda.[ald]Baca juga: Ada 3 komentar tentang berita ini :
SBY = Pak Harto Jumat, 30 Juli 2010, 23:41:00 WIB Komentator: igede | | Mohon maaf nich, kok saya yakin bener bahwa SBY itu idolanya Pak Harto ! gaya memimpinnya juga mencerminkan, bedanya pada ketegasan sikap dan keberanian mengambil keputusan aja ! |
PEMIMPIN BANGSA DAN PEMIMPIN PARTAI ??? Jumat, 30 Juli 2010, 19:04:00 WIB Komentator: sugianto | PEMIMPIN BANGSA DAN PEMIMPIN PARTAI ???
PEMIMPIN BANGSA DAN PEMIMPIN PARTAI ???
PEMIMPIN BANGSA DAN PEMIMPIN PARTAI ??? |
BEM kemana aja Jumat, 30 Juli 2010, 18:43:41 WIB Komentator: afandi | | Mahasiswa yg biasanya terdepan dalam mengkritisi pemerintah kini tak kedengaran suaranya.Kemana saja BEM ? |
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|