|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
Jemput Paksa Rike, Keseriusan Polisi Diuji Tangani Kisruh Saham TPI
Jumat, 30 Juli 2010, 16:02:38 WIB
Laporan: M Hendry Ginting
 |
| TPI |
|
Jakarta, RMOL. Keseriusan pihak dipertanyakan dalam menangani kasus sengketa saham Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) antara Bos MNC Hary Tanoesoedibjo vs Sri Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut.
Pasalnya, polisi tidak juga memanggil paksa PLH Direktur Perdata Kementerian Hukum dan HAM Rike Amavita. Padahal dia sudah dua kali mangkir dari pemanggilan Polda Metro Jaya. Terkait masalah itu, anggota Komisi III DPR Nudirman Munir meminta polisi, dalam ini Polda Metro Jaya menegak aturan.
"Kalau tiga kali nggak datang perlu dipanggil paksa," ungkap Nudirman kepada wartawan di gedung DPR, Jumat (30/7).
Nudirman juga menyarankan Polda Metro Jaya untuk meminta izin kepada Menkumham untuk memeriksa bawahannya itu. Menurut dia, bisa saja Rike tidak hadir karena Menkumham sedang diberi tugas. Tapi kalau ijin dari menteri sudah keluar, namun Rike tidak datang, maka tidak ada cara lain polisi harus memanggil paksa, tegasnya.[dry]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|