NEW EDITION | HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

DARMIN GUBERNUR BI
Kastorius: PDIP Pecah Karena Kepentingan Politis

Jumat, 30 Juli 2010, 15:58:52 WIB

Laporan: Ari Purwanto

PDIP
Jakarta, RMOL. Dugaan pecah kongsi yang terjadi di tubuh PDI Perjuangan (PDIP) pada Rapat Paripurna DPR tentang pemilihan Gubernur Bank Indonesia (BI) kemarin (29/7) sangat disayangkan Partai Demokrat.

Demikian disampaikan Ketua Departemen Perencanaan Pembangunan Nasional Partai Demokrat, Kastorius Sinaga kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (30/7).

"Saya kira perpecahan itu saya sayangkan. Apalagi latar belakangnya bukan alasan profesionalitas," ujar Kastorius.

Warna lain yang lebih kentara, masih menurut Kastorius, adalah nilai kepentingan politis yang  kongkret.

"Akses kredit, ekonomi dan berbagai macam sangat jelas terlihat," kata mantan Staf Ahli Kapolri.

Tapi yang jelas, PDI sudah sejak lama memanfaatkan posisi Gubernur BI sebagai alat kepentingannya.

"Yang sudah sangat jelas mulai dari BI dipimpin Miranda Gultom sampai sekarang," lanjut Kastorius.

Sebelumnya, PDIP menciptakan kesan tidak satu suara pada rapat Paripurna DPR terkait pemilihan Gubernur BI.

Saat fraksi lain bersuara bulat menerima atau menolak Darmin Nasution jadi Gubernur BI, fraksi banteng bermanuver.

Ada kubu yang walk out dan ada kubu yang setuju dengan penetapan Darmin. Kubu walk out dipimpin Tjahjo Kumolo. Sedang yang setuju dipimpinan Mauarar Sirait.[arp]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat