|
 |
|
|
 |
|
Sabtu, 31/07/10, 21:31 AKSI PONG Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:46 Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:35 Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:24 BOM TABUNG GAS Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang |
|
Sabtu, 31/07/10, 19:23 AKSI PONG Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan |
|
 |
|
|
|
|
|
Demokrat: Harusnya Syahganda yang Insaf
Jumat, 30 Juli 2010, 15:47:09 WIB
Laporan: Aldi GultomJakarta, RMOL. Ajakan insaf yang dilontarkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikecam keras oleh barisan Partai Demokrat.
Seperti diketahui, seruan insaf itu dilontarkan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan pada launching Sabang-Merauke Circle di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis kemarin (29/7).
"Syahganda Nainggolan itu kan pendukung SBY dulu. Harusnya dia yang insaf. Ketika beliau di lingkaran SBY dulu, dia menikmati jabatan yang dikasih SBY. Sekarang dia di luar lingkaran bercuap-cuap dia," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 30/7).
Salah seorang calon kuat Ketua Fraksi Partai Demokrat ini menyebut pernyataan Syahganda itu bukan kritik yang membangun. Padahal, Presiden SBY berulang kali mengatakan, kritik yang diterima baik adalah kritik yang konstruktif dan membangun demokrasi.
"Kita persilakan saja Syahganda mau bilang apa. Sebagai salah satu pemimpin negara demokrasi terbesar pasti SBY berbesar hati. Tapi kritik Syahganda lebih ke tendensius daripada membangun," tegasnya.
Sutan menandaskan, seharusnya semua pengkritik setia pemerintah harus juga tahu kalau SBY telah berhasil menjadi salah satu pemimpin paling berpengaruh yang diakui dunia internasional.[ald]Baca juga: Tidak ada komentar tentang berita ini.
Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.
|
|
|
|
|
|