HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

Mudah-mudahan SBY Bisa Bedakan Tugas Humas Presiden dengan Tugas Media Massa
Jumat, 30 Juli 2010, 12:07:58 WIB

Laporan: Aldi Gultom

Jakarta, RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disarankan tidak usah menanggapi kritikan media massa karena itu adalah tugas kehumasan dari jurubicara pemerintah.

"Sebenarnya presiden atau kepala negara tak perlu tanggapi kritikan media. Itu bisa dihandle secara teknis oleh jurubicara presiden," ujar pengamat politik Umar S Bakry kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 30/7). 

Presiden sebaiknya membedakan fungsi Humas atau jurubicara Presiden dengan media massa.

"Humas pemerintah itu memberitakan hal yang sudah dilakukan pemerintah dan selalu bicara hal positif. Sedangkan media melakukan fungsi kontrol, melihat jeli kekurangan pemerintah," jelasnya.

Umar juga menyarankan, cara komunikasi Presiden yang membalikkan kekurangan pemerintahan yang dipimpinnya ke media massa, tidak dilakukan lagi karena hanya akan semakin menumbuhkan kekecewaan masyarakat.

"Dia pikirkan saja masalah strategis ke depan dan bicara pada level visioner. Kalau media terus mengritik pemerintah, itu karena media massa beda dengan Humas pemerintah," jelasnya.

Dari pengamatan Direktur Lembaga Survei Nasional ini, selama ini media massa masih melakukan kritik dalam porsi yang sangat wajar. Yang tidak normal adalah ketika pihak yang mendapat kritik malah terus menerus mengungkapkan kegelisahannya atas kritik itu.

"Jangan harapkan media massa jadi buletin pemerintah," imbuhnya.[ald]



Baca juga: