HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

Waspada, Jangan Terkecoh Sinetron PDIP!
Kamis, 29 Juli 2010, 20:21:04 WIB

Laporan: Ujang Sunda

PDIP
Jakarta, RMOL. PDI Perjuangan ingin menciptakan kesan tidak satu suara. Saat fraksi lain bersuara bulat, menerima atau menolak Darmin Nasution jadi Gubernur BI, fraksi banteng bermanuver.

Ada kubu yang walk out dan ada kubu yang setuju dengan penetapan Darmin. Kubu walk out dipimpin Tjahjo Kumolo. Sedang yang setuju dipimpinan Mauarar Sirait. Ada kabar pula kubu Taufiq Kiemas memiliki calon lain jika Darmin ditolak oleh DPR.

Menurut pengamat politik dari UI Iberamsjah, perpecahan ini tidak menggambarkan apa-apa. Perpecahan ini hanya sandiwara yang diperankan oleh kader-kader banteng.

“Itu hanya sinetron. Sebab, kalau mereka menerima semua, PDIP akan kehilangan citra oposisi ke pemerintah di mata masyarakat,” katanya kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis malam (29/7).

Sebenarnya, kata Iberamsjah, sejak awal PIDP sendiri sudah setuju dengan Darmin. Taufiq dan Megawati juga cukup dengan Darmin.

“Mereka dikritik habis-habisan. Fraksi PDIP tidak berbicara banyak apalagi menolak pencalonan Darmin di Komisi XI. Karena itu, untuk menghindari kritikan yang sama, maka dalam paripurna ini dibuatlah seolah-olah menolak Darmin, tapi yang sebenarnya menerima juga,” jelasnya.

Sandiwara ini, lanjutnya, dilakukan juga agar terkesan seakan-akan anggota DPR menjalankan aspirasi rakyat. Berpura-pura menolak keras dengan berbagai argumen, tapi ujungnya sudah didesain untuk menerima.

Hal ini, tidak dilakukan oleh PDIP saja. Tapi juga dilakukan oleh fraksi lain. Lihat saja ada anggota Fraksi Golkar yang banyak bicara lantang, tapi pada akhirnya Golkar menerima juga.

“Semua ini sudah didesain. Bagaimana caranya agar sidang dibuat dinamis. Tapi, sidang tetap akan diakhiri dengan kesepakatan bersama. Jadi, masyarakat jangan terkecoh dengan hal ini,” tandasnya.[ald]



Baca juga: