HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

BOM TABUNG GAS
PDIP: Presiden Harus Tegur Keras Agung Laksono!

Senin, 26 Juli 2010, 09:59:14 WIB

Laporan: Widya Victoria

Jakarta, RMOL. Pernyataan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, yang menyalahkan korban atas rentetan kecelakaan tabung gas elpiji masih menuai kemarahan dari anggota Dewan.

"Kalau ada menteri yang menyalahkan rakyat, berarti menteri itu tidak bertanggung jawab pada rakyat," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/7).

Tjahjo mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan teguran keras pada Agung Laksono atas pernyataan politisi Golkar tersebut yang menuding korban ledakan gas, Kamis (22/7) lalu.

"Presiden harus memberi teguran lebih keras pada menteri yang selalu salahkan rakyat," ujarnya.

Tjahjo mengingatkan, kebijakan konversi dari kayu bakar, minyak tanah ke tabung gas elpiji merupakan keputusan dan kebijakan pemerintah yang dilakukan secara tergesa-gesa dan tersosialisasi penuh karena rakyat jelata hanya memiliki waktu yang sempit untuk mempelajari penggunaan teknologi tabung gas.

Akibat kebijakan yang sangat cepat itu kemudian menimbulkan bencana dan korban.

"Seharusnya pemerintah yang bertanggung jawab, jangan salahkan rakyat. Kalau rakyatnya doktor semua ya paham menggunakan tabung gas," tutur orang dekat Taufiq Kiemas ini.

PDIP menilai kebijakan konversi ke tabung gas dilandasi hitung-hitungan bisnis belaka,  mencari untung cepat dan menimbulkan keresahan.

"Keputusan ini hanya cari untung cepat dan siapa yang diuntungkan?" pungkas Tjahjo. [ald]



Baca juga: