HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | NUSANTARA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Sabtu, 31/07/10, 21:31
AKSI PONG
Masuk G-20, Tapi Masih Ada yang Makan Nasi Aking
Sabtu, 31/07/10, 19:46
Patrialis Ogah Kirim Hasil Kerja PPATK ke Lumpur
Sabtu, 31/07/10, 19:35
Yusril Tak Mau Jadi Korban Peradilan Sesat
Sabtu, 31/07/10, 19:24
BOM TABUNG GAS
Menteri Sosial Baru Bisa Bantu 10 Orang
Sabtu, 31/07/10, 19:23
AKSI PONG
Tetangga DPR Juga Korban Ketidakadilan
Menurut Anda, bagaimana proses pemilihan Gubernur BI Darmin Nasution sejak dari uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI sampai pada Rapat Paripurna DPR?
Elegan
Tidak elegan
Ragu-ragu
  Polling Yang Lalu
  Edward Aritonang, Kalau Kasusnya Belum Tuntas, Kami Minta Maaf
  Proyek BKT Amburadul, Jiwa Warga Terancam
  Harga Beras Naik Ibu Rumah Tangga Panik
  Hungaria Apresiasi Kerjasama di Bidang Sastra
  Wapres Boediono Masukkan ke Hati Berita Rakyat Merdeka
Antara Singapura dan Cita-cita Penjajah

Apa Boleh Buat, Pasar Gelap Sambut Gembira Kemenangan Darmin
Sabtu, 24 Juli 2010, 14:39:52 WIB

Laporan: Teguh Santosa

Jakarta, RMOL. Berbagai catatan yang mengiringi kemenangan calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam uji kelayakan dua hari lalu memberikan nuansa lain yang bermakna negatif.

Berbagai catatan itu sebetulnya justru memperlihatkan bahwa mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tersebut tidak fit dan tidak proper untuk menduduki kursi Gubernur BI. Singkatnya, berbagai catatan itu berisi satu pesan yang amat kuat: kapasitas, kapabilitas, dan integritas Darmin amat sangat diragukan.

Demikian disampaikan aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi yang mengikuti proses pemilihan Gubernur BI ini dari dekat.

"Fit and proper test dimaksudkan untuk menyeleksi kepatutan dan kelayakan seseorang untuk posisi (jabatan) tertentu yang ditawarkan. Tapi oleh jaringan mafia di Komisi XI, fit and proper test justru diskenariokan untuk melegitimasi Darmin Nasution menempati posisi sangat strategis, yakni Gubernur Bank Indonesia. Catatan dalam kelulusannya sebenarnya membuktikan bahwa Darmin tidak fit dan tidak proper," ujar Adhie.

Bagaimana mungkin Darmin lolos sementara dirinya dipenuhi oleh kontroversi yang diakui oleh Komisi XI. Bukankah sosok GBI seharusnya memiliki kadar kepercayaan yang dapat diandalkan. Serta mampu menciptakan stabilitas.

Sebut Adhie lagi, pasar tidak menyambut Darmin sebagaimana layaknya. Yang menyambut positif Darmin Nasution sebagai GBI hanya "pasar gelap".

"Itulah pasar yang isinya para pemain bursa saham dan bankir nakal. Posisi Darmin sebagai GBI memberikan jaminan keleluasaan kepada bankir nakal untuk merampok uang publik yang ada di bank mereka. Dengan konsep pemikiran Darmin dalam skandal rekayasa bailout Bank Century, BI pasti juga akan mengganti uang bank yang mereka curi. Kalau tidak, bisa berdampak sistemik," demikian Adhie. [guh]



Baca juga:


Tidak ada komentar tentang berita ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 


Tujuh Bulan, KPK Cuma Sidik 21 Kasus Korupsi
Konfik Antarumat Agama Semakin Meningkat