HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

BOM TABUNG GAS
Warga Tuntut Polisi Borgol SBY, Karen dan Mari Pangestu

Jumat, 23 Juli 2010, 16:58:57 WIB

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Jakarta, RMOL. Ledakan tabung gas ukuran 13 Kg yang terjadi di banyak daerah bak meneror rakyat, khususnya ibu rumah tangga yang setiap hari bergelut di dapur. Masyarakat kini dihantui ketakutan, teror bergentayangan di dapur dan setiap saat mengintip calon korbannya.

Hal itu dikatakan koordinator aksi Solidaritas untuk Korban Ledakan Tabung Gas, Ujang, di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan (Jumat, 23/7).

Aksi damai yang diikuti puluhan orang itu menuntut agar kepolisian segera menangkap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku pembuat kebijakan konversi minyak tanah ke gas, Dirut Pertamina Karen Agustiawan selaku pelaksana pengadaan tabung gas dan Menteri Perdagangan Mari Pangestu sebagai pengimpor tabung gas.

Menurut Ujang, ketiga pejabat tersebut harus bertanggung jawab atas teror yang terjadi di dapur-dapur rakyat yang telah menyebabkan banyak jatuh korban dan menciptakan ketakutan bagi masyarakat.

''Pemerintah tidak bisa lepas tangan begitu saja atas tragedi ini. Apalagi sampai menyalahkan masyarakat dengan mengatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan karena kecerobohan dan keteledoran konsumen,'' ujarnya.

Para demonstran juga menuntut agar para korban ledakan gas digratiskan dari seluruh biaya pengobatan dan perawatan serta diberi kompensasi yang manusiawi atas kerugian material yang disebabkan.[ald]



Baca juga: