HOME | NUSANTARA | INTERNASIONAL | POLHUKAM | BLITZ | EKBIS | OLAHRAGA | KESEHATAN | OTOMOTIF | KARTUN | E-PAPER EDISI CETAK | INDEKS

BOM TABUNG GAS
Agung Laksono Terkesan Tidak Memanusiakan Manusia

Jumat, 23 Juli 2010, 10:32:43 WIB

Laporan: Aldi Gultom

AGUNG LAKSONO/IST
Jakarta, RMOL. Seharusnya, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, mengutarakan rasa empatinya bukan malah menuding para korban ledakan gas elpiji 3 kilogram sebagai orang-orang yang tidak disiplin dan tidak patuh pada pemerintah.

Seperti diketahui, usai pemaparan hasil investigasi dari Tim Pengamanan Penggunaan Elpiji 3 kilogram dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi VII DPR RI tadi malam (Kamis, 22/7), Koordinator tim, Agus Laksono, mengatakan, penyebab maraknya insiden tabung gas adalah ketidakdisplinan masyarakat.

"Saya yakin kalau masyarakat patuh dan disiplin pada penggunaan apa yang menjadi kewajiban, keharusan seperti penempatan dalam dapur yang berventilasi, ledakan tidak akan terjadi," tegasnya.

Pernyataan keras politisi Golkar ini, mendapat kritik keras pula dari anggota Komisi VII asal fraksi PPP, Romahurmuziy.

Politisi yang akrab disebut Romy ini mengatakan, harusnya pernyataan Agung itu tidak perlu, karena yang diperlukan masyarakat saat ini adalah bantuan dan empati.

"Kalau masyarakat sudah salah dan jadi korban, jangan disalahkan lagi karena masyarakat melakukan perubahan dari minyak tanah ke gas kan atas kemauan pemerintah," ujar Sekretaris fraksi PPP ini saat dihubungi sesaat lalu (Jumat, 23/7).

Adalah lebih baik kalau Agung Laksono menyampaikan simpati dan empati kepada para korban, yang hingga kini belum muncul secara resmi dari pemerintah.

"Konversi ke gas ini kan program nasional yang harus didukung. Dalam situasi ini, pemerintah harusnya mengakui kelemahan program konversi yang akibatkan korban," ujar Romy.

"Pernyataan simpati itu akan lebih mengorangkan orang, memanusiakan manusia. Masyarakat jadi korban karena kemiskinan mereka. Mana ada yang mau punya rumah yang tertutup dan tidak ada ventilasi," tandasnya.[ald]



Baca juga: